PORTALNTT.COM, KUPANG – Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, menilai Fernando Jose Osorio Soares layak memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) karena memiliki visi yang dinilai tepat untuk mendorong kemajuan sepak bola daerah.
Menurut Richard, sepak bola NTT membutuhkan pembenahan yang menyeluruh, mulai dari kompetisi, pembinaan pemain usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tata kelola organisasi.
Ia menilai gagasan Fernando tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga membangun fondasi sepak bola NTT agar berkembang secara berkelanjutan.
“Sepak bola NTT membutuhkan arah yang jelas. Kompetisi harus berjalan teratur, pembinaan pemain harus diperkuat, dan organisasi harus dikelola secara transparan. Saya melihat visi yang ditawarkan Fernando menyentuh kebutuhan penting sepak bola kita,” kata Richard pada wartawan, Senin (12/10/2026).
Salah satu gagasan yang dinilai penting adalah memisahkan kompetisi liga dari Piala Gubernur atau El Tari Memorial Cup (ETMC). Dengan demikian, kompetisi reguler diharapkan dapat berjalan lebih konsisten, termasuk di tingkat kabupaten dan kota.
Selain itu, Fernando mendorong setiap klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), meningkatkan sertifikasi pelatih dan wasit, serta memperkuat keterwakilan asosiasi kabupaten dan kota dalam kepengurusan Asprov PSSI NTT.
Bagi Richard, pembinaan yang berkelanjutan dan tata kelola organisasi yang baik merupakan bagian penting untuk membuka jalan bagi pemain-pemain NTT agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Potensi pemain kita besar. Yang dibutuhkan adalah kompetisi yang berkesinambungan, pelatih yang berkualitas, dan sistem pembinaan yang jelas. Karena itu, gagasan pembenahan seperti ini perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Richard juga menyoroti gagasan pengembangan industri sepak bola melalui TV Bola, penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada ETMC, serta pembangunan tiga stadion berstandar nasional.
Menurut dia, gagasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sepak bola perlu dipandang lebih luas, tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sektor yang dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan prestasi daerah.
Ia berharap visi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur, realistis, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dirasakan oleh klub, pemain, pelatih, dan masyarakat sepak bola di seluruh NTT.
“Pada akhirnya, kita ingin sepak bola NTT berkembang dengan sistem yang lebih baik. Bukan hanya sukses menggelar turnamen, tetapi juga mampu membina pemain dan melahirkan prestasi,” kata Richard.







