Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Rote Ndao menyampaikan sejumlah catatan strategis dan kritik konstruktif terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam agenda Pandangan Umum Fraksi atas penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Sidang II DPRD Rote Ndao, Selasa (23/6/2026).
Pandangan umum Fraksi Gerindra tersebut dibacakan oleh Sekretaris Fraksi Gerindra, Firlot Pellokila, yang menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah di tengah berbagai capaian administratif yang berhasil diraih.
Dalam penyampaiannya, Fraksi Gerindra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan konektivitas wilayah dan pergerakan ekonomi masyarakat. Menurut fraksi tersebut, hingga saat ini masih terdapat sejumlah ruas jalan strategis yang membutuhkan perhatian serius dan keberlanjutan pembangunan.
Gerindra secara khusus meminta Pemkab Rote Ndao agar segera melanjutkan penanganan ruas jalan Manumolo–Oeseda, Baudale–Lela, dan Feapopi–Hutu yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta memperlancar akses antarwilayah.
“Pembangunan infrastruktur jalan masih jadi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pada konektivitas dan perekonomian masyarakat. Pemda harus perhatikan serius untuk ruas jalan Manumolo–Oeseda, Baudale–Lela, dan Feapopi–Hutu,” ucap Firlot Pellokila, menegaskan.
Selain infrastruktur, Fraksi Gerindra juga menyoroti masih adanya sejumlah jabatan strategis yang belum terisi, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat optimalisasi pelayanan publik kepada masyarakat.
Karena itu, Fraksi Gerindra mendesak Pemerintah Kabupaten Rote Ndao agar segera melakukan pelantikan dan pengisian jabatan Kepala Puskesmas serta Kepala Sekolah yang hingga saat ini masih kosong.
Menurut Gerindra, keberadaan pemimpin definitif pada lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kekosongan jabatan yang berlangsung terlalu lama dikhawatirkan dapat berdampak pada efektivitas tata kelola organisasi serta pencapaian target pelayanan publik.
Di sisi lain, Fraksi Gerindra memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan daerah.
Namun demikian, Gerindra mengingatkan bahwa capaian WTP tidak boleh dijadikan ukuran tunggal keberhasilan pembangunan daerah. Menurut mereka, opini WTP hanya menunjukkan bahwa pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan telah sesuai standar akuntansi, tetapi belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Fraksi Gerindra menegaskan bahwa keberhasilan sesungguhnya harus diukur dari sejauh mana APBD mampu menjawab kebutuhan rakyat, mengurangi angka kemiskinan, membuka akses ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menghadirkan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami apresiasi keberhasilan mempertahankan WTP dari BPK. Tapi kami juga menegaskan capaian tersebut harus di iringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penanggulangan Kemiskinan,” ucap Firlot Pellokila,
Melalui pandangan umum tersebut, Fraksi Gerindra memberikan sinyal bahwa evaluasi terhadap APBD tidak cukup berhenti pada aspek serapan anggaran maupun kepatuhan administrasi. Lebih dari itu, pemerintah daerah dituntut memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan manfaat bagi rakyat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan upaya menekan angka kemiskinan yang masih menjadi tantangan daerah.
Pandangan Fraksi Gerindra itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari penghargaan dan opini keuangan, tetapi dari seberapa besar dampak pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di desa-desa hingga pelosok Rote Ndao.







