PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Sejak bertransformasinya PT Askes Persero menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2014, banyak masyarakat yang hingga saat ini mengaku merasakan manfaat adanya dari program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Dengan dikelolanya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), terbukti telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Begitu juga yang dirasakan oleh Yosefina Lotu (58).
Ditemui di kediamannya, di Dusun Haliwen, Yosefina menceritakan manfaat Program JKN-KIS yang telah ia rasakan. Salah satu manfaat yang ia rasakan ketika almarhum suaminya, Basilius Berek Usatnesi mengalami pergeseran tulang paha dan sendi panggul yang mengharuskan untuk dirawat di rumah sakit.
”Awal mulanya mendapat musibah di tahun 2019, almarhum suami saya mengalami kecelakaan motor. Pada saat itu memang penanggung pertama adalah Jasa Raharja, karena kecelakaan lalu lintas. Namun setelah itu, almarhum mengeluh kesakitan pada tulang paha karena mengalami pergeseran dan juga faktor umur sehingga efeknya ke tulang dan terjadi juga pengeroposan pada tulang. Dari situlah almarhum sering keluar masuk rumah sakit dan biaya sepenuhnya ditanggung Program JKN-KIS melalui BPJS Kesehatan,” ungkap Yosefina.
Yosefina menuturkan sangat senang dan terbantu dengan adanya Program JKN-KIS ini, pasalnya dengan pemotongan dana pensiunan yang tidak seberapa untuk membayar iuran, Program JKN-KIS dapat menjamin anggota keluarganya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pelayanan yang didapatkan di fasilitas kesehatan juga memuaskan, dari sarana prasarana sampai dengan tenaga medis.
“Untuk pelayanan di rumah sakit, kami rasa sudah baik. Sejak mendapat perawatan di rumah sakit, kondisi almarhum menjadi membaik daripada sebelumnya. Waktu itu juga sempat mau dioperasi, namun ternyata cairan di pahanya tidak ada, hanya bengkak saja dan almarhum sudah tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya saya membawanya ke rumah sakit. Sampai d isana, kata dokter yang menangani, jalan satu-satunya harus diberikan sedikit sayatan agar cairan keluar, namun ternyata tidak ada cairan,” jelasnya.
Di akhir perbincangan, tak lupa Josefina mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyukseskan Program JKN-KIS ini. Melalui Program JKN-KIS, negara hadir untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan yang komprehensif, adil dan merata. (PN)







