PORTALNTT.COM, KUPANG – Pemerintah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatatkan tonggak sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan daerah. Untuk pertama kalinya di Indonesia, seluruh jabatan camat dan lurah diangkat dari lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Bupati Kupang Yosep Lede secara resmi melantik 24 camat dan 17 lurah yang seluruhnya merupakan alumni IPDN. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah berani dan progresif dalam memperkuat birokrasi hingga ke level paling dekat dengan masyarakat.

Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari strategi reformasi birokrasi yang menekankan profesionalisme, kompetensi, dan integritas aparatur sipil negara. Dengan latar belakang pendidikan kepamongprajaan yang terstruktur dan disiplin tinggi, para alumni IPDN diyakini mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, dan akuntabel.
Bupati Yosep Lede menegaskan, penempatan lulusan IPDN sebagai camat dan lurah bukan sekadar terobosan simbolik, melainkan kebutuhan nyata daerah dalam menjawab tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks.
“Ini mimpi saya. Sejak saya menjabat Ketua DPRD Kabupaten Kupang, saya sudah punya mimpi agar camat dan lurah diisi oleh alumni IPDN. Tapi saya sadar, keinginan itu baru bisa diwujudkan ketika ada kekuasaan,” kata Yosep Lede, dalam sambutannya usai melantik para Camat dan Lurah se Kabupaten Kupang di Kantor Bupati Kupang, Selasa (30/12/2025).
Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada negara sekaligus pelaksanaan amanah undang-undang.
“Ini bukan soal kepentingan apa pun. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada negara. Saya dan Ibu Wakil Bupati bangga karena mimpi ini akhirnya bisa diwujudkan bersama,” ujarnya.
Bupati Kupang juga menegaskan bahwa penempatan camat dan lurah tidak mengandung muatan politik.
“Tidak ada tendensi, tidak ada kepentingan politik. Ini murni soal menempatkan orang yang tepat di jabatan yang tepat untuk menjalankan tugas negara,” tegas
mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang.
Dalam arahannya, Yosep Lede memberikan pesan keras kepada para pejabat yang baru dilantik agar benar-benar mengabdi kepada masyarakat.
“Lakukan yang terbaik bagi rakyat. Jadilah abdi negara yang melayani dengan baik. Jabatan ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ia bahkan mengingatkan agar para camat dan lurah selalu siap siaga, terutama di tengah potensi bencana.
“Handphone jangan pernah mati. Sekarang musim bencana. Jangan sampai bupati turun ke lapangan, tapi camat atau lurah tidak ada di tempat. Kalau itu terjadi, saya ganti,” tegas Yosep Lede dengan nada serius.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Zeth Sony Libing, menyebut peristiwa ini sebagai kebanggaan besar bagi seluruh purna praja di Indonesia.
“Ini adalah peristiwa bersejarah. Baru pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, ada satu kabupaten di mana seluruh camat dan lurahnya adalah alumni IPDN,” kata Zet Sony Libing.
Ia mengingatkan purna praja yang kini mengemban jabatan strategis agar menjaga integritas dan nama baik almamater.
“Tugas dan tanggung jawab ini adalah amanah. Kalau satu orang melanggar aturan, dampaknya dirasakan oleh semua alumni. Sebaliknya, jika satu orang mencetak prestasi, maka seluruh alumni IPDN ikut bangga,” ujarnya.
Zeth Sony Libing, berharap langkah Pemerintah Kabupaten Kupang dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Kami berharap apa yang dilakukan Kabupaten Kupang ini bisa menjadi role model bagi pemerintah daerah lain dalam membangun birokrasi yang profesional dan meritokratis,” pungkasnya.
Terobosan Bupati Kupang ini membuka babak baru dalam pengelolaan pemerintahan daerah yang lebih kuat, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.







