PORTALNTT.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempercepat proses kredensial Rumah Sakit (RS) Undana sebagai langkah strategis untuk terintegrasi penuh dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya ini ditempuh dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, hingga aspek administratif sesuai standar ketat BPJS Kesehatan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran pimpinan Undana dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Selasa (3/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang itu menjadi forum verifikasi awal berbagai prasyarat kerja sama.
Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, mengatakan integrasi RS Undana ke dalam sistem JKN bukan sekadar perluasan layanan, melainkan bagian dari penguatan peran rumah sakit pendidikan.
“Kami berkomitmen memenuhi seluruh standar yang ditetapkan. RS Undana harus mampu memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pendidikan klinis yang unggul,” ujar Annytha.
Ia menjelaskan, saat ini Undana telah menyiagakan 14 dokter spesialis yang juga berperan sebagai tenaga pendidik. Kapasitas tersebut diperkuat dengan pembukaan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Obstetri dan Ginekologi. Dalam waktu dekat, Program Studi Spesialis Penyakit Dalam juga akan menyusul.
Menurut Annytha, kombinasi antara fungsi pelayanan dan pendidikan menjadi keunggulan tersendiri bagi RS Undana. “Para dosen kami adalah praktisi aktif. Rumah sakit ini dirancang sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa kedokteran, sekaligus unit layanan yang profesional dan kompetitif,” katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr. Ario Trisaksono, S.H., M.H, mengapresiasi langkah percepatan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa integrasi ke dalam JKN mensyaratkan konsistensi layanan, termasuk kepastian jadwal praktik dokter dan kelengkapan sarana-prasarana.
“Dalam sistem JKN, tidak boleh ada celah layanan. Pasien yang datang harus mendapatkan pelayanan tuntas. Jangan sampai dirujuk kembali hanya karena fasilitas belum siap,” ujar Ario.
Ia menambahkan, RS Undana juga akan bersaing dengan 14 rumah sakit pemerintah dan swasta yang telah lebih dulu menjadi mitra BPJS Kesehatan di Kota Kupang.
Dari sisi infrastruktur, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Drs. Paul G. Tamelan, M.Si, memastikan dukungan anggaran telah diprioritaskan melalui alokasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sejumlah pembenahan teknis tengah dilakukan, termasuk pengadaan generator berkapasitas 200 kVA guna menjamin layanan 24 jam serta penataan ulang ruang poliklinik sesuai standar kenyamanan pasien.
Selain itu, pengurusan Surat Izin Praktik (SIP) secara kolektif dan penataan kamar perawatan juga dipercepat untuk memenuhi aspek kredensial administratif.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefri C. Adoe, S.E., M.AP, menambahkan bahwa seluruh rekomendasi hasil visitasi awal BPJS Kesehatan telah ditindaklanjuti secara bertahap.
Dengan penguatan di berbagai lini, RS Undana optimistis dapat segera menuntaskan proses kredensial dan resmi bergabung dalam jaringan layanan JKN. Kehadiran RS Undana diharapkan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur sekaligus mempertegas peran Undana sebagai pusat pendidikan dan pelayanan medis di kawasan timur Indonesia. (Sumber: undana.ac.id)







