Undana Jawab Krisis Pakan Ternak di Musim Kemarau, Latih Peternak Rote Manfaatkan Jerami Padi

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Sebuah langkah inovatif kembali dilakukan oleh dunia kampus untuk menjawab tantangan peternakan di Nusa Tenggara Timur. Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar pelatihan pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi bagi peternak lokal di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Undana yang dirancang untuk menanggulangi persoalan klasik kelangkaan pakan ternak selama musim kemarau. Lebih dari itu, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan Domba Rote sebagai produk unggulan daerah dalam skema One Village One Product (OVOP).

Tim dosen FPKP Undana yang hadir antara lain Ir. Imanuel Benu, S.Pt., Ph.D., IPM, Ir. I Gusti Ngurah Jelantik, M.Sc., Ph.D, Ir. Marthen L. Mullik, Grad.Dip.Ag.Sc., Ph.D, Ir. Simon Edison Mulik, S.Pt., M.Si., IPP, Alberth Nugrahadi Ndun, S.Pt., M.Si, dan David Agustinus Nguru, S.Pt., M.Pt. Turut hadir pula dosen BDP Welem Turupadang, SPi, GDipSc, M.Sc.

Dalam pemaparannya, Ketua tim Ir. Imanuel Benu menjelaskan bahwa pelatihan ini memperkenalkan dua teknologi utama, yakni silase dan amoniasi dengan memanfaatkan jerami padi sebagai bahan utama penyediaan pakan secara berkelanjutan.

Ia menerangkan, teknologi silase memungkinkan fermentasi dan pengawetan hijauan dalam kondisi tanpa udara (anaerob), sehingga menghasilkan pakan yang bisa disimpan dalam jangka panjang—solusi cerdas menghadapi masa paceklik pakan di musim kemarau.

“Jerami padi yang biasanya dibakar kini dapat dimanfaatkan menjadi pakan berkualitas, yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi ternak melalui teknologi amoniasi,” jelas Ir. Imanuel Benu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Desa Lekunik dipilih karena memiliki populasi Domba Rote yang cukup besar dan dinilai potensial sebagai lokasi percontohan pengembangan pakan alternatif sekaligus penguatan status “Domba Rote Premium.”

Program ini menjadi bagian dari 30 proyek pengabdian dan penelitian Undana yang digelar di Kabupaten Rote Ndao sepanjang tahun 2025. Seluruh kegiatan didanai oleh universitas sebagai bagian dari komitmen membangun daerah melalui pendekatan berbasis potensi lokal.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Semi Muskanan, perwakilan Dinas Peternakan Rote Ndao, menyambut baik inisiatif ini dan mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok tani ternak sebagai wadah pengelolaan program secara berkelanjutan.

“Kami berterima kasih atas dukungan Undana. Pengetahuan ini sangat penting dalam membangun sistem bank pakan untuk menjamin kualitas dan produktivitas Domba Rote Premium,” ucapnya Semi Muskanan

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2025, dan diakhiri dengan penyerahan laporan akhir hasil dan rekomendasi kepada Dinas Peternakan setempat. Hasil tersebut akan menjadi bahan penting dalam perumusan kebijakan pengembangan sektor peternakan di Rote Ndao.

Dengan inisiatif ini, Undana tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian dan inovasi di kalangan peternak lokal, sebuah langkah nyata menuju Rote Ndao yang lebih produktif dan berdaya saing.

Komentar Anda?

Related posts