PORTALNTT.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) melepas 1.515 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode alih semester tahun akademik 2026/2027. Melalui tema “KKN Berdampak”, mahasiswa didorong menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat melalui program yang disusun selaras dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Wakil Rektor I Undana Bidang Akademik Prof Dr drh Annytha I. R. Detha, MSi, mengatakan, makna “berdampak” dalam pelaksanaan KKN tidak sekadar menjalankan kegiatan pengabdian selama dua bulan, melainkan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan KKN dalam dua bulan ke depan dapat memberikan perubahan yang nyata pada bidang-bidang prioritas yang telah ditetapkan,” kata Prof Annytha pada PortalNTT, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, Undana menerapkan pendekatan berbeda dalam penyusunan program KKN tahun ini. Sebelum menetapkan fokus kegiatan, kampus terlebih dahulu menghimpun persoalan dan kebutuhan di tujuh kabupaten dan kota yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Undana meminta masukan mengenai persoalan yang menjadi prioritas kerja pemerintah daerah agar program mahasiswa tidak berjalan sendiri, melainkan mendukung agenda pembangunan yang telah dirancang di tingkat daerah.
“Kami meminta pemerintah daerah menyampaikan poin-poin yang menjadi prioritas kerja mereka. Dengan demikian, kegiatan KKN dapat bersinergi dengan program strategis pemerintah daerah, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Prof Annytha.
Selain melibatkan pemerintah daerah, Undana juga memperluas kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Salah satunya melalui KKN Tematik Infrastruktur yang berkolaborasi dengan kementerian PekerjaanUmum.
Dalam program tersebut, mahasiswa mendapat pembekalan mengenai sejumlah bidang kerja, antara lain sanitasi, rumah layak huni, pendataan permukiman, serta program pengelolaan prasarana dan sarana berbasis masyarakat.
Prof Annytha mengatakan, pembekalan tersebut penting agar mahasiswa memiliki pemahaman awal mengenai proyek yang akan dikerjakan ketika tiba di lokasi penempatan. Mahasiswa, termasuk dari rumpun ilmu sosial, juga dibekali keterampilan teknis dasar untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan.
“Ketika turun ke lokasi, mahasiswa tidak lagi mencari-cari masalah. Mereka sudah memiliki bekal, memahami proyek yang akan dikerjakan, dan dapat memberikan kontribusi sesuai disiplin ilmunya,” katanya.
Keterlibatan mitra, lanjut Prof Annytha, menjadi salah satu kekuatan KKN Undana tahun ini. Selain Kementerian PU, terdapat pula dukungan dari Tim Penggerak PKK dan mitra strategis lainnya yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat.
Perwakilan mahasiswa KKN, Tabita Silaban dari Program Studi Ilmu Politik semester VI, mengatakan, mahasiswa perlu menempatkan sikap menghargai budaya lokal sebagai bekal utama selama menjalankan pengabdian.
Tabita, yang ditempatkan di Desa Kambata Bundung, Kabupaten Sumba Timur, mengaku harus mampu menyesuaikan diri dengan adat, kebiasaan, dan pola kehidupan masyarakat setempat.
“Sebagai mahasiswa yang datang dari luar daerah, kami harus membawa kesopanan, mampu beradaptasi, serta tidak melakukan atau menyampaikan sesuatu yang dapat menyinggung masyarakat,” ujar Tabita.
Ia mengatakan, mahasiswa peserta KKN Tematik Infrastruktur telah memperoleh pembekalan dari Kementerian PU. Pembekalan itu mencakup penyusunan rencana kerja, mekanisme pendataan, hingga penggunaan peta untuk membagi wilayah kerja di desa.
Sebanyak 1.515 mahasiswa yang mengikuti KKN berasal dari delapan fakultas di Undana. Peserta terdiri atas 617 mahasiswa laki-laki dan 898 mahasiswa perempuan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 915 mahasiswa ditempatkan dalam KKN reguler di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Ngada, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.
Selain itu, 30 mahasiswa mengikuti KKN Tematik kolaborasi Undana-UGM di Kabupaten Belu. Sebanyak 400 mahasiswa mengikuti KKN Tematik Gentaskin hasil kolaborasi Undana dan LLDIKTI Wilayah XV di sejumlah kabupaten, antara lain Kupang, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.
Adapun 110 mahasiswa mengikuti KKN Tematik Infrastruktur di Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dan Rote Ndao. Sementara itu, 60 mahasiswa lainnya mengikuti KKN Tematik Stunting melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.







