Uskup Agung Kupang Ajak Civitas STIPAS Bersatu, Bersinergi dan Berkolaborasi untuk Kemajuan Kampus

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni mengajak seluruh dosen dan pegawai Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang untuk memperkuat persatuan, membangun sinergi, dan meningkatkan kolaborasi demi kemajuan lembaga pendidikan tinggi Katolik tersebut.

Ajakan itu disampaikan dalam rekoleksi bagi para dosen dan pegawai STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 16.30 WITA.

Rekoleksi mengangkat tema **“Bersatu, Bersinergi dan Berkolaborasi yang Berdampak Memajukan STIPAS Keuskupan Agung Kupang”**, dengan bacaan permenungan dari Injil Yohanes 15:1-17 tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya.

Dalam permenungannya, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni mengarahkan para dosen dan pegawai untuk kembali menyadari visi STIPAS KAK pada tahun 2035, yakni menjadi  perguruan tinggi Katolik yang visioner, adaptif, berdaya saing global dan berkarakter.

Visi tersebut, menurutnya, perlu menjadi kesadaran bersama yang diwujudkan melalui tanggung jawab setiap pribadi dalam menjalankan tugas dan pengabdian di STIPAS. Karena itu, setiap dosen dan pegawai diajak untuk kembali merefleksikan alasan dan tujuan memilih untuk mendedikasikan diri bagi lembaga tersebut, sekaligus membangun spiritualitas dalam menjalankan tugas.

Salah satu penekanan dalam rekoleksi adalah pentingnya komitmen dan kesetiaan para dosen terhadap tugas akademik, terutama dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen yang telah memperoleh kesempatan studi, termasuk melalui rekomendasi serta dukungan pembiayaan dari yayasan, diharapkan tetap memiliki komitmen terhadap STIPAS dan menjalankan kewajiban akademiknya secara bertanggung jawab.

Hal tersebut menjadi penting karena keberadaan dosen berkaitan langsung dengan kualitas proses pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa. Kehadiran, tanggung jawab, serta keterlibatan aktif dosen di kampus merupakan bagian penting dari upaya menjaga mutu pendidikan di STIPAS.

Rekoleksi juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan persekutuan sebagai keluarga besar STIPAS. Perbedaan latar belakang, pemikiran maupun pengalaman hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kerja sama dan mencapai tujuan bersama.

Dalam konteks kehidupan akademik, para dosen dan pegawai juga diajak menjunjung tinggi integritas dan sportivitas, termasuk menjaga integritas akademik. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, bermartabat dan menghormati setiap pribadi.

Karena itu, perhatian juga diberikan pada pentingnya mencegah dan menghindari segala bentuk pelecehan seksual, baik secara verbal maupun nonverbal, agar mahasiswa maupun pegawai tidak menjadi korban. Setiap anggota civitas akademika diharapkan turut menciptakan lingkungan kampus yang menghargai martabat manusia dan menjunjung etika dalam relasi profesional.

Di bidang akademik, para dosen didorong untuk meningkatkan kinerja penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Hasil penelitian dan PKM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi menghasilkan luaran yang dapat dipublikasikan pada jurnal yang terakreditasi dan bereputasi.

Para dosen yang telah memperoleh dukungan dana penelitian maupun kegiatan akademik dari pemerintah melalui Bimas atau dari yayasan juga diingatkan untuk menyelesaikan kewajiban publikasi sesuai dengan ketentuan dan tanggung jawab yang telah disepakati.

Selain itu, para dosen diharapkan secara teratur mengurus dan meningkatkan jabatan akademiknya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pengembangan profesionalisme dosen dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kualitas dan daya saing STIPAS menuju visi 2035.

Sementara itu, tenaga kependidikan diajak untuk melaksanakan tugas secara penuh tanggung jawab dan profesional. Setiap pekerjaan, sekecil apa pun, memiliki kontribusi terhadap keberlangsungan pelayanan pendidikan dan pencapaian tujuan lembaga.

Pada bagian akhir permenungan, seluruh civitas akademika STIPAS diajak menyadari bahwa masa depan lembaga bukanlah tanggung jawab satu orang atau satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama. Kemajuan STIPAS membutuhkan keterlibatan, kesetiaan, kerja sama dan komitmen seluruh keluarga besar STIPAS.

Pesan tersebut diletakkan dalam terang Injil Yohanes 15 tentang hubungan antara pokok anggur dan ranting-rantingnya. Yesus menegaskan bahwa ranting hanya dapat berbuah apabila tetap melekat pada pokok anggur.

Semangat itu dirumuskan dalam sebuah komitmen bersama:

“Bersatu dalam Kristus. Bersinergi dalam perbedaan. Berkolaborasi dalam pelayanan. Menghasilkan buah yang berdampak bagi Gereja dan Masyarakat.”

Dengan semangat tersebut, STIPAS Keuskupan Agung Kupang diharapkan terus bertumbuh sebagai lembaga pendidikan tinggi Katolik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Gereja dan masyarakat, sekaligus mempersiapkan diri menyongsong visi tahun 2035.

Menutup permenungan, Uskup Agung Kupang mengingatkan bahwa seluruh usaha manusia tetap berada dalam penyelenggaraan Allah. Tugas setiap pribadi adalah menjadi seperti ranting yang tetap melekat pada pokok anggur, sehingga mampu hidup dan menghasilkan buah yang berlimpah.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5).

Rekoleksi tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar STIPAS Keuskupan Agung Kupang untuk memperbarui komitmen, memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam perjalanan menuju Jubileum Perak.

Komentar Anda?

Related posts