PORTALNTT.COM, WAIKABUBAK – Dalam rangka proses layanan nikah di Kantor Urusan Agama tahun 2018, dilakukan workshop lintas sektoral, bertempat di pondok daun ubi yang dihadiri Kemenag Sumba Barat, kadis capil, sekcam kota, lurah se-kecamatan kota, angota polsek Loli, dan undangan, Kamis (4/10/2018).
Dalam kesempatan ini kemenag Sumba Barat Siprianus Muda Hondo menyampaikan,
Pertemuan lintas sektor atau lembaga-lembaga terkait disebut Salam Silaturahmi atau antar masyarakat.
Sekian banyak hal yang kita bahas ternasuk di dalamya berkaitan dengan Salam Lintas. Fokus yang di bidik tentang program proses pernikahan atau perkawinan.
Di kementerian agama tugas pokok melaksanakan pembangunan dalam konteks bahasa agama, oleh karena itu peran pembangunan melalui bahasa agama di rumuskan melalui Visi-Misi yang secara berjenjang mulai dari pusat sampai daerah perlu di dukung.
“Pertemuan kita pada kesempatan ini salah satu misi yang berkaitan dengan peningkatan, pemahaman dan pengamalan keluarga pada ajaran agama berkaitan dengan Perkawinan. Seksi pendidikan dan Bimas islam kementerian agama Sumba Barat membawahi teknis urusan agama, maka perlu pembinaan dan tahapan perkawinan/pernikahan,” katanya.
Menurutnya pernikahan pada setiap agama baik kristen maupun agama lain seperti islam proses perkawinan/pernikahan adalah sama tujuan membangun keluarga yang sakinah, untuk itu perlu kerja sama pihak terkait sangat urgent, karena unsur agama salah satu UPT unit kerja memang tidak bisa memahami secara konfrensif apa yang menjadi kebutuhan sebuah Perkawinan.
“Sebuah institusi berbeda tetapi tujuan hanya satu yaitu membangun keluarga sakinah, bahagia dan sejahtera. Peran kementerian agama dalam proses perkawinan adalah salah satu lembaga yang berperan dalam hidup keluarga di sebut BP4. Kehadiran lembaga ini bertujuan untuk membenahi nilai dan kualitas kehidupan keluarga dari setiap agama yang ada,” jelasnya. (Mus)







