PORTALNTT.COM, KUPANG – Kabar gembira datang bagi para penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). Kini, pencairan dana PIP tidak lagi harus melalui antrean panjang di bank, karena sudah dapat dilakukan langsung melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Kebijakan ini merupakan hasil perjuangan panjang Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, yang sejak awal terus memperjuangkan agar proses pencairan dana bantuan pendidikan itu lebih mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.

Menurut Anita Gah, inovasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa program PIP benar-benar berpihak kepada rakyat kecil.
“Selama ini banyak orangtua dan siswa penerima PIP harus menempuh jarak jauh dan antre berjam-jam di bank hanya untuk mencairkan dana. Sekarang, mereka bisa langsung menggunakan ATM untuk menarik dana di rekening masing-masing,” jelas Anita Gah usai melakukan sosialisasi dan percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMK Negeri 3 Kupang, Selasa (11/11/2025).
Politisi Partai Demokrat dari Dapil NTT II ini menegaskan, kemudahan tersebut tidak lepas dari koordinasi intensif antara Komisi X DPR RI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta pihak perbankan penyalur.
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi kendala teknis yang menghambat siswa menerima haknya. Ini bentuk keberpihakan negara terhadap pendidikan bagi keluarga kurang mampu,” tambahnya.
Dengan kemudahan pencairan melalui ATM, Anita Gah berharap tidak ada lagi siswa yang tertunda menerima haknya hanya karena kendala teknis di lapangan.
“Saya ingin pastikan bahwa setiap rupiah bantuan negara untuk anak-anak kita benar-benar sampai ke tangan mereka dengan cepat dan tanpa hambatan,” tutup Anita.
Penjelasan Pihak Bank: ATM Kini Bisa Langsung Digunakan
Pihak Bank BRI dan BNI menjelaskan bahwa saat ini proses penerbitan kartu ATM bagi penerima PIPsudah jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Perwakilan Bank BRI Pusat Andre wiratama
menjelaskan, di masa lalu, meskipun dana PIP sudah masuk ke rekening siswa, kartu ATM tidak bisa langsung digunakan karena harus melalui proses pemesanan dari kantor pusat di Jakarta. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam pencairan dana. Namun kini, sistem tersebut sudah diperbarui.
“Sekarang ATM bisa langsung diterbitkan di kantor cabang atau unit terdekat, dan bisa langsung digunakan oleh penerima PIP untuk menarik dana di mesin ATM. Jadi tidak perlu menunggu lama lagi,” ujar Andre perwakilan Bank BRI.
Sementara itu, dari pihak Bank BNI, Bonny Famedian juga menegaskan bahwa sistem penerbitan kartu kini bersifat instan dan siap pakai.
“Begitu rekening PIP aktif, kartu ATM bisa langsung diaktifkan. Masa berlaku kartu tersebut adalah lima tahun, dan setelah itu nasabah cukup melakukan upgrade kartu di bank agar tetap bisa digunakan,” jelas pihak BNI.
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program bantuan tunai pendidikan yang diinisiasi oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2014, dan terus dilanjutkan oleh pemerintah berikutnya karena manfaatnya yang besar bagi masyarakat.
Melalui PIP, jutaan siswa dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia mendapatkan bantuan biaya pendidikan agar tidak putus sekolah. Di NTT sendiri, lebih dari 500 ribu siswa telah menerima manfaat dari program ini dengan total dana mencapai lebih dari Rp300 miliar.







