Anita Gah Siap Perjuangkan Aspirasi 127 Guru Honorer Kabupaten Kupang di Senayan

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan. Kali ini, ia menyatakan siap memperjuangkan aspirasi 127 guru honorer di Kabupaten Kupang yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan terkait status dan kesejahteraan mereka.

Pernyataan itu disampaikan Anita Gah usai menerima langsung perwakilan para guru honorer dari berbagai sekolah di Kabupaten Kupang yang datang menyampaikan keluhan mereka di rumah aspirasinya.

Dalam pertemuan tersebut, para guru mengungkapkan masih adanya ketidakpastian terkait status mereka, apakah masih bisa diangkat menjadi ASN atau P3K yang belum juga jelas.

“Saya mendengar langsung keluhan para guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi. Mereka bekerja dengan hati, tetapi sering kali tak diperhatikan negara. Saya akan bawa suara mereka ke Senayan, karena perjuangan ini bukan hanya soal gaji, tetapi soal pengakuan atas pengabdian,” tegas Anita Gah, pada PortalNTT, Kamis (9/10/2025).

Anita menegaskan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memastikan agar hak-hak para guru honorer di Kabupaten Kupang mendapat perhatian serius.

“Yang pasti kami akan berjuang bersama teman-teman di komisi X agar para guru ini bisa diangkat paruh waktu. Nah ini tentunya terkait juga pemda harus membiayai sementara APBD pemda tidak memungkinkan. Ini harus ada solusinya dari pemerintah pusat,” tegas Anita Gah.

“Saya akan minta kepada menteri pendidikan, agar menyampaikan hal ini kepada Bapak Presiden. Dan misalnya harus dirapatkan dengan menteri keuangan dan Menpan RB, bagaimana solusinya,” lanjut Anita menambahkan.

Menurutnya, kehadiran 127 guru honorer tersebut menjadi cerminan masih banyaknya tenaga pendidik di pelosok Nusa Tenggara Timur yang bertahan di tengah keterbatasan, semata-mata karena panggilan hati untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Saya tahu bagaimana beratnya perjuangan guru di daerah, apalagi di wilayah terpencil. Mereka bukan sekadar mengajar, tapi membangun masa depan bangsa dari pelosok. Karena itu, perjuangan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, dalam kesempatan itu mengatakan, persoalan 127 guru honorer yang belum diangkat karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS) diakibatkan masalah administrasi tidak adanya SK Bupati.

“Aturannya setelah diangkat daerah yang harus membiayai sementara keuangan daerah tidak mampu membiayai. Padahal harapannya kita daerah bisa mengakomodir semua. Kita akan perjuangkan bersama-sama Ibu Anita melalui jalur kami masing-masing,” tandasnya.

Para guru yang hadir dalam pertemuan itu pun menyampaikan rasa syukur dan harapan besar kepada Anita Gah agar aspirasi mereka benar-benar diperjuangkan di tingkat pusat.

“Kami percaya Ibu Anita bisa membawa suara kami ke DPR RI. Sudah terlalu lama kami menunggu kejelasan, dan hari ini kami merasa ada yang mau mendengar,” kata salah satu guru, Agustinus Nitbani, yang sudah 24 tahun mengabdi sebagai guru honorer di SD Negeri Batu Esa, Kecamatan Kupang Barat.

Dengan sikap dan komitmennya itu, Anita Gah kembali menunjukkan bahwa perjuangan di parlemen bukan sekadar tentang politik, tetapi tentang memanusiakan mereka yang selama ini terlupakan oleh kebijakan.

Komentar Anda?

Related posts