PORTALNTT.COM, KUPANG – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Program Studi Pastoral Konseling mengadakan Pelatihan Pastoral Konseling Berbasis Gereja selama dua hari bertema “Membangun Sistem Pelayanan Pastoral Konseling Gereja: Kolaborasi untuk Menjawab Kebutuhan Jemaat yang Bermasalah”.
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di GBI Getsemani Oesao pada 9–10 November 2025, melibatkan peserta yang hadir langsung di lokasi serta narasumber yang bergabung melalui Zoom Meeting. Pelatihan diikuti oleh para pelayan gereja, penatua, pemimpin komsel, serta aktivis pelayanan.
Pelatihan hari pertama dibuka dengan penyambutan dan pemaparan materi awal oleh Dr. Yenri A. Pellondou, M.Si., Dosen Prodi Pastoral Konseling IAKN Kupang.
Dalam paparannya, Dr. Yenri menekankan pentingnya gereja memiliki pelayan yang mampu mendengarkan secara aktif dan menunjukkan empati.

“Pelayanan konseling bukan sekadar memberi nasihat, tetapi menghadirkan ruang aman bagi jemaat untuk didengar dan dipahami,” ujarnya kepada media ini, Minggu (10/11/2025).
Narasumber berikutnya, Debby Yunita Mada, M.Th., yang juga merupakan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) IAKN Kupang, membawakan materi mengenai penanganan masalah emosional dan relasional jemaat. Ia menyoroti banyaknya pergumulan jemaat seperti konflik keluarga, depresi, dan luka batin yang sering tidak tertangani.

“Gereja perlu peka terhadap pergumulan ini dan menyiapkan pelayan yang siap mendampingi dengan kasih dan keahlian konseling yang memadai,” tegas Debby.
Hari kedua pelatihan menghadirkan Dr. Rudy A. Alouw, MA., M.Th., yang menyampaikan materi secara online melalui Zoom Meeting. Dr. Rudy, yang dikenal berkompeten di bidang pengembangan sistem pelayanan gereja, menjelaskan pentingnya struktur, tim, dan alur pelayanan konseling yang jelas.
“Pelayanan konseling gereja harus terukur, terarah, dan sesuai visi. Dengan sistem yang baik, gereja bisa menjawab kebutuhan jemaat secara profesional,” jelasnya.
Sesi berikutnya dibawakan oleh Pdt. Dr. Totok S. Wiryasaputra, Th.M., Kon.Pas., Sp. Kedukaan (TSW), yang juga hadir secara online. Sebagai pakar konseling pastoral dan kedukaan, ia menegaskan pentingnya kolaborasi gereja dengan tenaga profesional.
“Kerja sama gereja dengan psikolog, konselor profesional, dan lembaga sosial adalah langkah penting agar jemaat mendapatkan penanganan terbaik,” ungkapnya.
Pelatihan ditutup dengan materi evaluasi dan pengembangan pelayanan oleh Dr. Andrian Wira Syahputra, S.ST., M.Sc., yang menekankan perlunya supervisi dan penilaian berkala agar pelayanan konseling tetap berkualitas.
“Konseling gereja harus terus dievaluasi dan dikembangkan. Pelayan perlu belajar seumur hidup,” imbuhnya.
Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Salah satu penatua hadir memberikan apresiasi:
“Kami merasa diperlengkapi. Semoga pelatihan seperti ini terus diadakan dan menjangkau lebih banyak gereja.”
Sebagai Ketua Tim PkM, Debby Yunita Mada, M.Th., bersama seluruh anggota tim memastikan seluruh rangkaian pelatihan berjalan baik, efektif, dan menjawab kebutuhan para pelayan gereja.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat IAKN Kupang menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan gereja-gereja lokal dalam memperkuat pelayanan konseling pastoral.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pesan agar gereja terus menjadi tempat yang merawat, memulihkan, dan mendampingi jemaat yang berjuang dalam berbagai persoalan hidup.







