Home / Daerah / Bupati Lembata: DWP Adalah Organisasi yang Erat Kaitannya Dengan Profesi Suami Sebagai ASN

Bupati Lembata: DWP Adalah Organisasi yang Erat Kaitannya Dengan Profesi Suami Sebagai ASN

139 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Adalah Sebuah organisasi yang erat kaitannya dengan profesi suami sebagai seorang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ungkapan ini diutarakan bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dalam sambutannya yang dibacakan oleh, Asisten 1 Setda Lembata Aloysius Buto pada acara Musyawarah kabupaten IV dan Rakerda IV Dharma Wanita Persatuan (DWP) kabupaten Lembata dengan mengusung tema, “Optimalisasi Kinerja DWP Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Untuk Suksesnya Pembagunan Nasional” bertempat di Aula kantor bupati, Rabu (18/11/2020).

Lanjutnya, organisasi ini merupakan wadah untuk menghimpun istri-istri ASN guna membantu peran dan fungsi suami dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah.

“Karena itu pada kesempatan ini saya tegaskan kepada semua istri ASN untuk terlibat aktif dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Hal ini perlu saya sampaikan karena organisasi DWP sangat melekat dengan tugas pokok dan fungsi suami sebagai pegawai ASN. Dengan demikian sangat diharapkan agar semua anggota Dharma Wanita dapat bersatu dan bekerja sama, baik dalam upaya memajukan organisasi ini maupun dalam menjalankan fungsi-fungsi organisasi lainnya,” tegas Bupati dalam sambutannya.

Lebih jauh dijelaskannya, musyawarah kabupaten IV dan rapat kerja Dharma Wanita Persatuan kabupaten Lembata tahun 2020 ini adalah kesempatan untuk melakukan introspeksi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rencana kerja yang dihasilkan pada musda III.

Dipertanyakannya, Sudah sejauh mana program kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka pendek dan bagaimana hambatan-hambatannya, inovasi-inovasi apa saja yang sudah dilakukan untuk memajukan organisasi ini sekaligus melakukan konsolidasi dan merumuskan langkah serta kebijakan perjalanan organisasi ini ke depan.

“Saya berharap agar dalam menentukan langkah serta kebijakan terlebih dalam pengambilan keputusan kiranya melalui pertimbangan yang matang dengan berpedoman pada pengalaman sejarah perjalanan organisasi ini. Saya berharap Muskab IV dan rapat kerja ini dapat berjalan dengan sukses dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat untuk kepentingan perjalanan organisasi ini di tahun-tahun yang akan datang,” katanya.

Sementara, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lembata, Maria Anastasia Barabaje dalam sambutannya mengatakan, Musyawarah Kabupaten ini berwenang untuk menetapkan dan mengesahkan program kerja dan mengevaluasi laporan ketua DWP yang dilaksanakan 5 tahun sekali.

Dikatakannya, sejak dilaksanakan Munas IV tahun 2019, telah terjadi dinamika dan perubahan yang cukup berarti AD/ART khususnya pada bagian organisasi DWP yaitu terjadi perubahan dalam penetapan ketua DWP dalam beberapa tingkat kepengurusan.

“Seperti penetapan ketua DWP daerah yang semulanya melalaui proses pemilihan pada musyawarah daerah di ganti menjadi ex oficcio istri Sekretaris Daerah, ketua DWP yang semula di jabat istri Sekretaris camat sekarang di Jabat oleh istri Camat sehingga meknanisme Musda hari ini kita tidak melakukan pemilihan ketua DWP,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tujuan organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya, pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

“Melalui peningkatan kualitas sumber daya anggotanya untuk mendukung tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tutup Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lembata ini.

Penulis: Wilibaldus Kali

Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]