PORTALNTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi lokal dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis budaya sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan saat dirinya menghadiri dan memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD Partai Demokrat NTT di Hotel Kristal Kupang, Sabtu (4/10/2025).
Dalam forum yang dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, jajaran pengurus DPD dan DPC se-NTT, Melki menyoroti tiga agenda strategis yang perlu menjadi fokus partai dan pemerintah dalam memperkuat pembangunan daerah.
1. Penguatan Ekonomi Lokal Lewat Gerakan “Beli Produk NTT”
Melki menegaskan, pertumbuhan ekonomi NTT terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan II tahun 2025, ekonomi NTT tumbuh 5,48 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen, dengan sektor pertanian sebagai penopang utama.
Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya pengeluaran masyarakat untuk membeli barang dari luar daerah masih menjadi persoalan serius.
“Bayangkan, kita mengeluarkan sekitar Rp51 triliun setiap tahun untuk membeli barang dari luar, bahkan Rp1 triliun hanya untuk pinang dari Jambi. Padahal, itu bisa diproduksi di sini,” tegasnya.
“Kalau kita berkomitmen membeli produk sendiri, kita bisa memperkuat ekonomi lokal dan menekan defisit barang,” tambahnya.
Gubernur Melki mendorong agar setiap desa, sekolah, kampus, hingga rumah ibadah memiliki produk unggulan masing-masing sebagai bagian dari konsep One Village One Product.
2. Optimalisasi Potensi Daerah
Selain penguatan ekonomi lokal, Melki juga menekankan pentingnya mengelola potensi sumber daya daerah secara optimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan keterbatasan transfer dana dari pusat, kita harus kreatif. Semua potensi pertanian, peternakan, perikanan, energi, dan pariwisata harus dikelola secara sinergis,” ujarnya.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan semua pihak, termasuk partai politik,” imbuhnya.
3. Penguatan SDM dan Pendidikan Berbasis Budaya
Dalam agenda ketiga, Melki menekankan bahwa pembangunan NTT tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh pembangunan manusia. Ia menilai pendidikan yang berbasis budaya lokal memiliki kekuatan besar untuk membentuk karakter generasi muda NTT.
“Kebudayaan adalah kekuatan kita. Pendidikan berbasis nilai-nilai lokal bisa melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan bangga dengan daerahnya,” katanya.
Melki juga meminta dukungan dari legislator Demokrat di tingkat pusat, khususnya dari Komisi X DPR RI, agar memperjuangkan beasiswa dan program peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak NTT.
“Pemerintah pusat punya anggaran besar untuk beasiswa. Yang kita butuhkan adalah data yang baik dan dukungan politik agar lebih banyak anak NTT yang bisa menikmati pendidikan tinggi,” ujarnya.
Apresiasi untuk Demokrat NTT
Di akhir sambutannya, Gubernur Melki memberikan apresiasi kepada Partai Demokrat NTT yang konsisten melakukan konsolidasi hingga ke akar rumput.
“Saya percaya, dengan hati, kebersamaan, dan kerja tulus, kita bisa membangun NTT yang maju, sehat, sejajar, dan berkelanjutan. Mari kita terus bekerja untuk rakyat,” pungkasnya.
Rakerda Demokrat NTT ini menjadi momentum konsolidasi besar bagi partai berlambang bintang mercy tersebut. Selain membahas arah kebijakan partai, forum ini juga menjadi wadah sinergi politik dengan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan di seluruh wilayah NTT.







