Dinas Peternakan Sumba Barat Segera Lakukan OP3T, Vaksinasi Massal dan Upsus Siwab

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, WAIKABUBAK – Dalam rangka untuk meyempurnakan dan menertibkan adminitrasi pemilikan ternak dengan jalan menarik kembali seluruh kartu tanda pemilik ternak (KTPT) yang disebarkan melalui Operasi Penertiban Pemilikan dan Pemeliharaan Ternak (OP3T) tahun 2012 dari peredaraan serta penganti KTPT baru dengan masa berlaku 5 tahun (2017-2022), Dinas peternakan Sumba Barat mengadakan rapat tentang OP3T, Vaksinasi massal dan kegiatan upaya khusus sapi induk wajib bunting (upsus siwab) di kabupaten Sumba Barat 2017.

IMG-20170809-WA0026

Rapat yang berlangsung di aula dinas peternakan Sumba Barat, Rabu (9/8) dihadiri Bupati Drs. Agustinus Niga Dapawole, Wakil Bupati Marthen Ngailu Toni, SP, Sekda, Asisten II, Kapospol, Kapolsek, Babinsa, camat Lamboya, camat Wanokaka (perwakilan), camat Loli, Camat kota sekabupaten Sumba Barat.

Kadis Peternakan Piet T. Bore mengatakan tujuan kegiatan ini untuk melindungi ternak dan pemilik ternak dari pencurian dan pemalsuan fisik ternak fisik KTPT dan BPT, memperbaiki dan menyempurnakan adminitrasi pemilik ternak, mengumpul data populasi ternak, meningkatkan pendapatan asli daerah, menginventaris kepemilikikan padang-padang pengembala ternak, dan mengiventaris cap bakar pribadi.

“Sasarannya adalah terciptanya suasana ketentraman dalam hal kepemilikan, pemeliharaan sekaligus meningkatkan PAD dari pembenahan admistrasi terhadap ternak atau pemilik ternak dengan perkiraan populasi ternak sebanyak, ternak Kerbau 12.420 ekor, Sapi 1.550 ekor, Kuda 5.565 ekor dengan target jangkauan 100,” jelasnya.

Menurutnya, point-point kritis pelaksanaan OP3T ternak yang tidak ber-KTPT yaitu pengisian KTPT yang tidak lengkap dan tidak terisi surat keterangan mutasi ternak (SKMT) yang tidak diisi pemberian cap kode wilayah dengan besi bakar yang kurang panas, selain itu admitrasi keuangan berupa tunggakan pada berbagai tingkat petani peternak maupun tingkat pelaksanaan. Oleh karena itu perlu ada komitmen bersama antara berbagai unsur terutama apatur sehingga tujuan dari operasi yang dilaksanakan tercapai.

“Dasar pelaksanaan perda kabupaten Sumba Barat no.4 tahun 2016 tentang penertiban pemilikan, pemeliharaan ternak, SK bupati no.KEP/HAK/227/2017 tanggal 13 Maret 2017 tentang pembentukan tim operasi penertiban dan kepemilikan dan pemeliharaan di kabupaten Sumba Barat tahu 2017. Vaksinasi massal UU no.2009 tentang peternak dan kesehatan hewan, SK bupati Sumba Barat Kep/hak/352/2017 tanggal 11 April 2017 tentang pembentukan tim pelaksana kegiatan pencegahan SURRA dan PHMS lainya di kabupaten ini,” ungkapnya.

“Upsus Siwab permentan no.48/permentan/OT/010/12/2016 khusus percepatan dan peningkatan populasi sapi kerbau bunting, SK Dirjen peternakan keswan no.954 tahun 2017 tentang pedoman pelaksanaan Upsus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting, SK Kepala Dinas Peternakan no.8 tanggal 4 maret 2017 tentang penepatan kelompok kerja UPSUS SIWAB di kabupaten Sumba Barat,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, harga KTPT dan BPT, “harga tanda pemilikan ternak KTPT RP.20.000, buku ternak berdasarkan tebal tipisnya buku dan jumlah ternak. Jumlah Ternak 1-5 ekor jumlah 10 halaman Rp. 5000, Jumlah ternak 6-10 ekor jumlah 15 halaman Rp. 10.000, Jumlah ternak 11-20 ekor jumlah 20 halaman Rp.15000, lebih dari 20 ekor jumlah 30 halaman Rp. 25.000,” katanya. (Mus)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60