PORTALNTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melantik Prof Fred Benu sebagai Komisaris Independen PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2030 dalam seremoni yang berlangsung di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Selasa (26/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda restrukturisasi dan penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT. Selain jajaran komisaris PT Kawasan Industri Bolok, pemerintah juga melantik Dewan Komisaris dan Direksi PT Flobamor serta Direktur Kepatuhan Bank NTT periode 2026-2031.
Acara pelantikan dihadiri Wakil Gubernur NTT, para bupati se-NTT, Wakil Bupati Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, serta sejumlah pimpinan instansi dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa keberadaan BUMD memiliki peran strategis dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut dia, para pejabat yang dilantik memikul tanggung jawab besar untuk memastikan perusahaan daerah mampu tumbuh secara sehat, profesional dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar pelantikan. Ini adalah bentuk kepercayaan pemerintah kepada bapak dan ibu untuk memimpin, mengawasi dan membawa BUMD menjadi lebih produktif dan berdampak,” ujar Melki.
Ia menilai jabatan di lingkungan BUMD bukan hanya posisi administratif, melainkan ruang pengabdian yang menuntut integritas, profesionalisme serta kemampuan menghadirkan perubahan.
Khusus terkait PT Kawasan Industri Bolok, pemerintah berharap kehadiran Prof Fred Benu sebagai komisaris independen dapat memperkuat arah pengembangan kawasan industri yang menjadi salah satu proyek strategis ekonomi di NTT.
Kawasan Industri Bolok dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan sektor industri, investasi dan hilirisasi sumber daya daerah. Karena itu, penguatan pengawasan dan tata kelola perusahaan menjadi hal yang dinilai sangat penting.
Pemerintah Provinsi NTT juga menargetkan kawasan industri tersebut mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya saing daerah.
Gubernur NTT optimistis penguatan jajaran komisaris dan direksi di sejumlah BUMD akan mempercepat langkah pembangunan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan milik daerah.







