PORTALNTT.COM, KUPANG – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menunjukkan keseriusannya membuka ruang investasi demi mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, bahkan menegaskan siap menyiapkan “karpet merah” bagi investor yang ingin masuk dan mengembangkan potensi unggulan di wilayah tersebut.
Komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui kemudahan pelayanan investasi, tetapi juga melalui jaminan kepastian hukum, dukungan infrastruktur hingga penguatan akses transportasi udara dan laut yang menjadi urat nadi konektivitas ekonomi Sumba Barat Daya.
“SBD memiliki potensi yang besar. Pemerintah siap mendukung investor yang datang untuk membangun daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Bupati SBD pada PortalNTT di Kupang, Selasa (26/5/2026).
Menurut Ratu Wulla, Sumba Barat Daya memiliki kekayaan sumber daya yang belum tergarap maksimal, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi kekuatan ekonomi baru apabila didukung investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam upaya menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif, pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan lahan yang selama ini kerap menjadi hambatan investasi di berbagai daerah.
Bupati menegaskan dirinya siap turun tangan langsung apabila muncul persoalan tanah yang berpotensi menghambat masuknya investasi.
“Kami ingin memberikan rasa aman kepada investor. Kalau ada masalah lahan, pemerintah akan hadir untuk membantu menyelesaikannya bersama masyarakat secara baik dan adil,” katanya.
Selain kepastian lahan, penguatan konektivitas transportasi juga menjadi prioritas pemerintah daerah. Pemkab SBD mendorong pengembangan jalur penerbangan udara serta konektivitas laut melalui rute Waikelo menuju Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jalur tersebut dinilai strategis karena mampu memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat antarwilayah, sekaligus membuka akses perdagangan yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Pelabuhan Waikelo sendiri selama ini menjadi salah satu simpul penting aktivitas ekonomi masyarakat di Pulau Sumba. Dengan terbukanya jalur laut yang lebih aktif menuju NTB, distribusi hasil pertanian, peternakan dan perikanan diharapkan semakin meningkat.
Di sisi lain, penguatan konektivitas udara diyakini akan mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata yang mulai berkembang di wilayah SBD. Pemerintah daerah menilai aksesibilitas menjadi faktor penting untuk menarik wisatawan dan investor.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten SBD juga menempatkan Bank NTT sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ekosistem investasi.
Bank NTT diharapkan berperan aktif dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, terutama bagi pelaku UMKM, petani, nelayan serta pengusaha lokal yang menjadi bagian penting dari rantai ekonomi daerah.
Kehadiran Bank NTT dinilai penting dalam memperkuat akses permodalan masyarakat, sekaligus menjadi jembatan antara dunia usaha dan program pembangunan daerah.
“Bank NTT harus hadir menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Investasi besar harus memberi dampak sampai ke pelaku usaha kecil di daerah,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Selain mendukung pembiayaan usaha rakyat, Bank NTT juga diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan sektor perbankan, kemudahan investasi serta penguatan konektivitas transportasi, Sumba Barat Daya dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur.
Melalui sinergi antara pemerintah, investor dan lembaga keuangan daerah, pembangunan di SBD diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.







