PORTALNTT.COM, SUMBA TENGAH – lapangan makatul dalam memperingati HUR RI Ke-76 turut hadir Bupati dan wakil bupati,Ketua DPR,Sekda,Kasdim,
Kapolsek,Kasintel kajari, SKPD,Partai Politik, Insan Pers,siswa siswi,Undangan
Semua petugas upacara sukses menurunkan bendera tanpa ada halangan yang berarti. Ada hal yang berbeda soal tata cara dan fariasi membawa bendera merah putih oleh anggota koramil 1613-05 bersama paskibraka Sumba Tengah.
Mulai dari OPD, Undangan, hingga
masyarakat memakai pakaian adat Sumba Tengah, dengan harapan bahwa budaya tersebut tetap menyatu dengan HUT RI ke-73 tahun 2018.
Gil Madeira Danki pasukan paskibraka Sumba Tengah kepada media ini menyampaikan keberhasilan kita adalah keberhasilan bersama.
“Ini adalah kerja sama antara pemda dengan koramil 1613-05 untuk sementara di percaya HUT RI ke-73. Paskibraka di tampung di wisma Sumba Tengah untuk dilatih pagi sampai sore hari, pengibaran bendera merah putih pagi tadi sudah sempurna sampai penurunan bendera merah putih,” katanya.
Lebih lanjut Danki paskibraka mengatakan bahwa latihan paskibraka kurang lebih satu bulan mulai 20 Juli sampai hari Jumat tanggal 17 Agustus 2018.
Setelah selesai melaksanakan tugas paskibraka kembali ke wisma untuk di berikan pengarahan, sebelum kembali sekolah masing-masing.
“Seleksi paskibara Sumba Tengah bekerja sama dengan dinas PPO, awal bulan maret tanggal muda dan diberikan undangan kekoramil1613-05 dalam surat undangan sudah ditentukan sesuai permintaan dari PPO dan tinggi badan untuk laki-laki 162 cm,putri 155 cm, yang berasal dari SMA kristen waibakul, SMA Negeri waibakul, SMK N Waibakul, SMTK Waibakul, SMA N Manderi, SMA N Mamboro, SMK Mamboro, SMA Umburatungay,” ungkap Madeira.
Selepas upacara dilaksanakan tos kenegaraan bertempat halama Rujab Sumba Tengah.
Bupati Drs.Umbu Sappi Pateduk menyampaikan, kemerdekaan bukanlah hadiah tapi kemerdekaan adalah hasil upaya dan perjuangan yang diberikan oleh Tuhan kepada rakyat Indonesia.
“Malam ini tos kenegaraan adalah salah satu wujud syukur kita pada Tuhan. Kabupaten Sumba Tengah berumur 12 tahun, kita sungguh yakin dan percaya campur tangan Tuhan yang memberikan semangat. Mari kita hayati HUT RI ke-73 dan harus bekerja keras, berprestasi bersama-sama, tos kenegaraan malam ini merupakan hari terakhir di daerah ini sebagai pemimpin dan sebagai bupati Sumba Tengah. Saya menyampaikan mohon maaf kepada rakyat sumba tengah yang dipercai oleh masyarakat tentu belum semuanya tercapai, biarlah sejarah yang membuktikan apa yang kami berbuat dan tercapai bersama saudara semua di kabupaten ini, jika ada kurang itu tanggung jawab kita semua, tetapi ada yang berhasil itu hasil kita bersama pula,” kata Bupati.
“Sekali merdeka tetap merdeka “Dirgahayu RI Ke-73. Saya mengajak kepada rakyat Sumba Tengah marilah kita akhiri berbedaan-berbedaan pada saat yang lalu, berbeda adalah sah tetapi marilah kita satukan tekad untuk Sumba Tengah yang lebih baik lagi, pemimpin telah kita pilih. Mari berjuang bersama-sama, karena persatuan modal utama membangun bangsa ini,” pungkas Bupati. (Mus)







