Home / Daerah / Heny Lesiangi, Penjahit Berhati Mulia dari Desa Maubesi

Heny Lesiangi, Penjahit Berhati Mulia dari Desa Maubesi

3881 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Heny Lesiangi, seorang wanita yang berprofesi sebagai penjahit ini patut diberikan apresiasi atas kebaikannya membantu masyarakat dan pemerintah dalam menangani penyebaran Covid- 19 dengan menjahit masker dan membagikan secara gratis bagi orang kurang mampu yang terdampak Covid- 19.

Meskipun hanya hidup bersama Ibu dan 2 orang anaknya karna Ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun 2002 lalu hingga Heny harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang pas-pasan, hal itu tidak menyurutkan niat dari ketulusan hatinya untuk membantu orang kurang mampu dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 ini.

Wanita cantik pekerja keras Kelahiran tahun 1992, asal Dusun Nggelamalole, Desa Maubesi, Kec. Rote Tengah, Kab. Rote Ndao ini rela meninggalkan banyaknya pesanan dan antrian jahitan pakian dari pelanggannya hanya demi menjahit masker bagi beberapa desa di wilayah Kab. Rote Ndao.

Ketika ditemui oleh media ini di rumahnya pada Minggu (19/4/2020) di Desa Maubesi, Heny menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya ini adalah karna panggilan kemanusiaan untuk membantu sesama. Heny tidak ingin ada warga yang terpapar Covid-19, sehingga Dia berharap semoga dengan hal kecil yang dilakukannya ini bisa turut membantu pencegahan penyebaran Covid-19 atau dikenal dengan sebutan Virus Corona ini.

“Ini virus (Covid-19) dia pung penyebaran talalu cepat. Kalo katong sonde antisipasi cepat maka bisa bahaya. Salah satu cara antisipasi ya dengan pake masker. Makanya beta yang memang penjahit nih, apa salahnya beta jahit masker untuk masyarakat,” ungkap Heny dengan dialek kupang.

Heny juga menjelaskan bahwa dirinya juga diminta untuk membantu pengadaan masker bagi beberapa desa di Rote Ndao, diantaranya, Desa Siomda, Desa Maubesi dan Desa Lentera. Dimana di berikan tarif harga Rp, 7.500 untuk tiap maskernya yang anggarannya dari Dana Desa di desa-desa tersebut. Tapi disamping itu, dirinya juga terus membantu menjahitkan masker gratis bagi warga kurang mampu.

“Beta ju diminta bantu jahit masker kasi Desa Siomeda deng Desa Maubesi ini, dan Desa Lentera. Tapi beta ju tetap curi waktu untuk jahit yang gratis untuk kasi di orang yang kurang mampu dong. Beta biasa bagi 30 masker di tiap desa. Sampe sekarang su ada 3 Desa yang Beta su jahit kasi masker gratis,” jelas Heny pada media ini.

Heny juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya mungkin belum seberapa, tapi setidaknya dia juga turut ambil peranan dalam membantu menekan penyebaran Covid-19 yang kini sudah menjalar ke berbagai belahan dunia.

Heny berharap agar para penjahit lainnya di Rote juga turut membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi kelangkaan salah satu Alat Pelindung Diri yaitu masker, guna mencegah penyebaran Covid-19. Heny juga berpesan agar masyarakat tetap mentaati himbauan pemerintah dalam penanganan Covid-19. (Daniel Timu)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]