Soal Aksi Heroik Bidan di Pulau Ndao, Anggota DPRD Rote, Feky Boelan Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO — Setelah publik diguncang kisah dramatis bidan yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan ibu dan bayi di tengah ganasnya laut Ndao, gelombang tekanan kini berbalik arah menuju pemerintah.

Peristiwa yang semula dipuji sebagai heroisme tenaga kesehatan, kini berubah menjadi cermin telanjang rapuhnya sistem. Dan dari dalam gedung DPRD Rote Ndao, suara kritik mulai terdengar lebih keras bukan lagi sekadar simpati, tapi tuntutan !

Anggota Komisi II DPRD Rote Ndao, Feky Machiel Boelan, SE, secara terbuka meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap realitas di wilayah kepulauan. Anggota DPRD dari Fraksi Hanura itu menyampaikan kepada media ini bahwa kondisi fasilitas layanan kesehatan di Pulau terluar harus diperhatikan secara serius.

“Saya kira pemerintah perlu merespon hal ini dengan serius. Karena ruang fiskal Pemda semakin sempit akibat efisiensi, pemerintah pusat diminta untuk memberikan ambulans laut ke wilayah pulau kecil terluar seperti Ndao Nuse dan beberapa wilayah lain di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Feky Boelan pada media ini, (29/4/2026).

“Ini harus menjadi prioritas utama, karena pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan kemanusiaan,” Lanjut Feky Boelan, Anggota DPRD Rote Ndao, menegaskan.

Pernyataan ini bukan sekadar formalitas politik. Ia menegaskan satu fakta pahit bahwa saat kondisi fiskal daerah sudah sangat kritis akibat efisiensi anggaran, disaat yang sama pula nyawa rakyat jadi taruhan utama.

Di tengah jargon efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat, wilayah seperti Ndao Nuse justru berada di garis paling rawan. Ketika anggaran dipangkas, yang pertama kali tergerus bukan proyek seremonial, melainkan akses keselamatan hidup warga.

Kasus rujukan ibu hamil di Pulau Ndao yang harus menyeberang laut dengan katinting di tengah ancaman gelombang tinggi bukanlah insiden tunggal, tapi ini adalah pola yang terus berulang kali dibiarkan.

Desakan Feky Boelan juga memperjelas bahwa solusi tidak bisa lagi bersifat tambal sulam. Mengandalkan keberanian bidan, solidaritas keluarga, dan keberuntungan cuaca bukanlah sistem, itu perjudian, dan nyawa rakyat jadi taruhan utama.

Permintaan ambulans laut yang disuarakan oleh Anggota DPRD Rote Ndao, Feky Boelan ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat. Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar pelayanan kesehatan, melainkan hak dasar warga untuk hidup dan diselamatkan tanpa harus berjudi dengan ombak.

Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka kisah heroik seperti yang terjadi di Ndao Nuse akan terus berulang, terus dirayakan. Padahal di balik setiap “kisah inspiratif”, tersembunyi satu kegagalan yang tidak pernah benar-benar diselesaikan.

Komentar Anda?

Related posts