
Penulis: Oktaviani Wuwur
PORTALNTT.COM, KUPANG – Puluhan Ikatan Alumi Syuradikara (IAS) Kupang dari berbagai angkatan berbagi kasih dengan anak panti asuhan Kasih Agape, Sabtu (23/9/2023) di kelurahan Belo, kecamatan Maulafa.
Kegiatan ini sebagai rangkaian menjelang pelaksanaan reuni akbar 70 tahun SMA Katolik Syuradikara Ende.
Panti asuhan Kasih Agape yang terletak di kelurahan Belo kecamatan Maulafa didirikan oleh Pendeta Stefanus Langka Meng tahun 1998. Di panti asuhan ini terdapat 11 pengasuh dan 49 anak-anak.
Rombongan dipimpin oleh ketua IAS kupang Dr Leta Rafael Levis bersama istrinya Tris yang juga anggota IAS, bersama para senior yakni dr. Herman Man mantan Wakil Wali Kota Kupang bersama istri, Lies juga anggota IAS, Jakobus, Jemy serta puluhan anggota IMAS (Ikatan Mahasiswa Alumni Syuradikara) Kupang.
Sebelum ke Panti Asuhan Kasih Agape, rombongan berkumpul di stadion GOR Oepoi Kupang. Sesampainya di sana para alumi disambut oleh kepala panti asuhan Kasih Agepe Pendeta Dominggus.
Dr. Leta Rafael Levis menggatakan kegiatan berbagi kasih dan wujud solidaritas ini juga sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap sesama, khususnya bagi yang membutuhkan uluran tangan. Inilah nilai keutamaan yang diajarkan dan diwariskan oleh Syuradikara kepada setiap alumni.
“Kegiatan ini bentuk kegembiraan IAS Kupang dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun ke-70 SMAK Syuradikara. Syuradikara bermakna pencipta Pahlawan Utama ini telah melahirkan orang orang hebat dalam bidang tugas dan profesi masing-masing. Apa yang dibuat IAS Kupang menunjukan sikap solidaritas dan kepeduliaan terhadap nilai kemanusiaan. Kita dididik nemiliki wawasan dan sikap yang inkkusif tanpa melihat latar belakang seseorang. Inilah hal atau nilai utama diajarkan di Syuradikara, kemudian membentuk karakter lulusan yang memiliki sikap peduli terhadap sesama,” ungkapnya.
Ketua panitia Kegiatan HUT ke-70 tahun Syuradikara di Kupang, Albert Rehi bersama Koordinator IMAS Kupang khususnya angkatan 64, Paskal Beribe mengaku senang bisa terlibat bersama para senior mengikuti kunjungan ke panti asuhan. Diakuinya sebagai kaum melineal, merasa kegiatan berbagi kasih telah melatih untuk selalu memperhatikan sesama yang membutuhkan uluran kasih.
“Kami ingin menjadikan momen ini sebagai ajang berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Bantuan ini merupakan hasil kontribusi anggota IAS Kupang dan diharapkan dapat bermanfaat bagi ade ade di pantai asuhan. Selain dalam bentuk barang, kehadiran kami adalah bentuk dukungan moral dari IAS Kupang,” ujarnya.
Ketua IAS Kupang, menyampaikan terima kasih kepada para anggota IAS Kupang yang telah memberikan kontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana.
“Terima kasih kepada bapak Pendeta Dominggus dan semua pengurus dan anak anak panti yang telah menerima kehadiran IAS Kupang. Diharapkan kegiatan berbagi kasih dan kepeduli kemanusiaan ini dapat dilaksanakan setiap ulang tahun SMAK Syuradikara,” katanya.
Selain memberikan bantuan kepada anak-anak panti, rombongan juga melalukan beberapa games untuk anak-anak yang disiapkan oleh anbgota IMAS Kupang. Mereka terlihat sangat bahagia. Anak-anak panti juga diminta menuliskan harapan atau cita cita mereka di sebuah kertas kecil dan ditempel pada banner yang akan ditempatkan di aula panti asuhan.







