Home / Daerah / Jeritan Hati Suami Korban Human Trafficking di Flotim, Berharap Istrinya Pulang

Jeritan Hati Suami Korban Human Trafficking di Flotim, Berharap Istrinya Pulang

1035 Kali dibaca
Sulaiman Emran (54) ketika Sedang Memberikan keterangganya kepada wartawan. (foto/portalntt)

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, LARANTUKA – Kasus perdagangan orang (Human trafficking) kini kembali terjadi di Larantuka ibu kota kabupaten Flores Timur (FLOTIM ). Kasus tersebut menimpa Saidah Jailani (48) salah seorang ibu rumah tangga (RT) asal kelurahan Pohon Bao, perumahan Batu Ata Indah, Blok Q, RT/16, Kecamatan Larantuka Kabupaten Flotim, semenjak bulan Juli 2016 lalu.

Suami korban Sulaiman Emran (54) ketika didatangi awak media di kediamannya di kelurahan pohon Bao, Kamis (3/11/2016) kepada wartawan menceritakan kronologis kejadian hingga mengetahui ternyata perusahan yang merekrut istrinya adalah illegal sambil menahan air mata, dengan suara terbata-bata dituturkan setelah Ia berinisiatif mencari tau nama perusahan tersebut di daftar perusahan tenaga kerja Indonesia di tetangganya. Namun Sulaiman lupa dengan nama perusahan tempat dimana istrinya bekerja.

Menurutnya, dua hari sebelum keberangkatan istrinya, Junedy yang adalah perekrut tenaga kerja illegal tersebut, datang kerumah menyuruh istrinya melengkapi berkas berupa KTP, Kartu Keluarga dan Ijazah di kantor Lurah Pohon Bao.

“Dia (Junedy) menyuruh saya tanda tangan, namanya kita orang bodoh jadi turuti saja Pak. Dia mengatakan bahwa perusahan mereka resmi. Pagi-pagi saya pulang antar anak ke sekolah saya kaget istri saya sudah tidak ada,” tutur Sulaiman.

Sulaiman melanjutkan, selama perjalanan istrinya dari Larantuka, Maumere via Bali, Ia mulai rasa curiga setelah mendapatkan kabar dari istrinya di Bali mereka tidur di emperan jalan dan sampai di Medan mereka dikirim pada tengah malam ke Malaysia.

“Istri saya selama perjalanan telpon saya, bapa perusahan resmi kok kami dikirim pada malam hari ke Malaysia. Lalu dalam pembicaraan dengan istri, saya mendengarkan suara salah seorang laki-laki menegur istri saya, Ibu jangan omong lagi, nanti ada orang dengar suara baru orang akan tangkap kita,” lanjutnya.

Ketika ditanya seperti apakah modus yang digunakan Junedy dalam merekrut istrinya dan seperti apakah keseharian Junedy yang adalah warga Perumahan Pohon Bao, Sulaiman mengatakan, sebelumnya ia menjanjikan kepada istrinya bahwa gaji yang ditawarkan oleh perusahan tenaga kerja tersebut sangat besar.

Sulaiman mengatakan sepengetahuannya, keseharian Junedy yang dikenalnya adalah seorang pendagang dari Bima, yang menjual obat-obatan dan minyak.

Selama di Malaysia, Istrinya dipekerjakan menjadi pembantu rumah tangga dengan upah yang kecil. Hingga mendapat kekerasan dari majikannya karena menggunakan hand Phone (HP) untuk menelpon keluarganya.

Karena sering mendapatkan perlakuan kekerasan dari majikannya, berkat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Malaysia, Saidah Jailani (48) memilih kabur dari tempat kerjanya menuju kedutaan besar Indonesia di Malaysia untuk mendapatkan perlindungan.

Sulaiman mengharapkan, agar istrinya segera pulang ke kampung halaman. Ia berharap agar pemerintah bisa membantu proses pemulangannya kembali ke Indonesia.

“Bantu saya Pak, saya orang susah, jika bapak-bapak pemerintah tidak membantu maka kepada siapa lagi saya memohon bantuan,” pinta Sulaiman.

Terkait pelaku perekrutan tenaga kerja illegal tersebut, Sulaiman menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang ada di Flotim. (Ola)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]