Home / Daerah / Jurkam IE RAI: Bantuan Covid Itu Bersumber Dari Pajak Masyarakat Bukan Uang Pribadi Bupati, Masyarakat Jangan Terkecoh

Jurkam IE RAI: Bantuan Covid Itu Bersumber Dari Pajak Masyarakat Bukan Uang Pribadi Bupati, Masyarakat Jangan Terkecoh

80 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, SEBA – Pada tahun ini, DPRD Kabupaten Sabu Raijua telah menyetujui anggaran bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid-19 sebesar Rp 104 miliar. Anggaran ini dipergunakan untuk pengadaan sembako dan bantuan lainnya untuk meringankan beban masyarakat selama pandemi.

“Kami DPRD baru selesai sidang bersama pemerintah. DPRD telah menyepakati anggaran sebenar 104 miliar rupiah untuk dana covid termasuk untuk pemulihan ekonomi,” ujar Leonidas Adoe, anggota banggar (Badan Anggaran, red) DPRD Sabu Raijua sekaligus juru kampanye paket RAI (Drs. Orient P. Riwu Kore dan Ir. Tobias Uli, M.Si) saat berorasi di hadapan masyarakat saat kampanye rapat terbatas di Desa Bolua Kecamatan Raijua, Rabu (14/10/2020) .

Menurut Ketua Komisi III DPRD Sabu Raijua itu, berdasarkan laporan pemerintah ke anggota banggar DPRD, dana sebesar Rp 15 miliar lebih telah dialokasikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk selanjutnya disalurkan ke masyarakat.

“Dari 15 miliar rupiah itu, 11 miliar rupiah telah dibelanjakan dan 4 miliar rupiah lebih masih belum dibelanjakan,” jelas pria yang akrab disapa Veki Adoe.

Selaku anggota Banggar, Veky mengaku akan terus melakukan pengawasan terhadap anggaran tersebut sehingga benar-benar disalurkan kepada masyarakat.

Dia juga meminta masyarakat agar jangan mempercayai jika ada oknum-oknum tertentu yang mempolitisasi bantuan covid untuk kepentingan Pilkada.

“Kalau seandainya ada kepala dinas atau orang dinas yang datang memberikan bantuan lalu mereka bilang itu bantuan dari pak bupati atau petahana, tolong direkam. Itu bukan bantuan dari bupati. Tapi itu uang masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Veky meminta agar masyarakat jangan menolak bantuan yang diberikan. Hanya saja, jangan percaya jika ada oknum yang menyampaikan bahwa itu bantuan dari Bupati.

“Jangan percaya karena itu bukan uang pribadi bupati, tapi uang tersebut merupakan hasil dari pajak yang disetor masyarakat,” tandasnya.

“Sekarang lagi pilkada. Sekali lagi kalau ada yang mengatakan bahwa itu bantuan dari bupati, jangan percaya. Silakan ambil, tapi tanggal 9 Desember pilih paket nomor urut dua,” pungkasnya. (*)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]