Home / Daerah / Larang Warga Ambil Air Kali Untuk Bertani, Tindakan Kades Lakamola Merugikan Petani Bawang

Larang Warga Ambil Air Kali Untuk Bertani, Tindakan Kades Lakamola Merugikan Petani Bawang

9368 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Di tengah pandemi covid-19 yang masih belum terhenti hingga membuat ekonomi masyarakat menengah kebawah terus tertekan, Pemerintah Pusat pun terus berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat dari berbagai bidang, salah satunya adalah dari bidang pertanian.

Namun sungguh ironis akan hal yang di alami oleh sekelompok petani bawang merah di Desa Lakamola, Kec. Rote Timur. Dimana saat mereka baru memulai usaha pertanian untuk menyambung hidup. Hal tersebut dilarang oleh Kepala Desa Lakamola, yakni Sefnat Daniel Bolla, hanya karna para petani tersebut memakai air kali yang juga mengalir ke kompleks persawahan milik Kepala Desa dan sejumlah masyarakat lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua kelompok Petani Bawang Merah, yakni Medri Baker Lenggu yang biasa disapa Papy Lenggu.

Seperti saat ditemui media ini pada, Rabu (8/9/2021) di kebunnya, di Desa Lakamola. Papy Lenggu menjelaskan bahwa terdapat beberapa sumber mata air disekitar kompleks kebun miliknya. Yakni mata air Oehenak, Usulain, Oebobonggo, dan Diuama matan.

Air dari Ke-empat mata air tersebut mengalir ke sebuah kali, yang selanjutnya air mengalir ke kebun bawang milik Papy Lenggu dan juga mengalir ke kompleks persawahan milik Kades Lakamola.

“Air yang mengalir di Kali itu bukan datang dari mata air milik Kades saja, tapi mata air milik kami juga mengalir ke kali. Mata air Oehenak dan Usulain itu milik kami, lebih besar dari mata air milik Kades di Diuama matan. Jadi tidak adil kalo Kades larang kami tidak boleh pakai air di kali, karna mata air kami juga mengalir ke kali itu,” ungkap Papy Lenggu.

“Dari awal kami buka lahan, dia tidak larang. Sampai kami sudah tanam dan bawang sudah tumbuh baru dia larang kami tidak boleh ambil air disitu. Sampai kasih surat teguran secara resmi lengkap dengan cap desa. Dia larang tapi tidak kasih solusi, sama saja bikin susah kami masyarakat,” lanjut Papy Lenggu menjelaskan.

Papy Lenggu juga menjelaskan bahwa pihaknya hanya meminta keadilan agar mereka juga bisa sama-sama memanfaatkan sumber air yang ada untuk bisa bertani memenuhi kebutuhan hidup. Karna jika masih dilarang, hal itu sangat merugikan mereka selaku petani bawang.

Papy Lenggu juga mengungkapkan bahwa tindakan Kades yang tidak peduli kesejahteraan petani bawang itu juga telah dia laporkan secara tertulis pada Bupati Rote Ndao, Kepala Dinas Pertanian Rote Ndao juga Kepala Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Rote Ndao.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Yames M. K Therik, SH saat dikonfirmasi media ini melalui panggilan selular pada Rabu sore, (8/9/2021) menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah meninjau langsung lokasi mata air dan kompleks perkebunan tersebut.

“Kemarin kami sudah cek lokasinya, jadi nanti hari Sabtu nanti baru kami bersama Kapolsek, Kadis Pertanian, Kepala Desa dan kelompok petani mediasi di Kantor Desa Lakamola,” ucap Yames Therik, menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Desa Lakamola yakni Sefnat Daniel Bolla saat dikonfirmasi media ini melalui panggilan selular terdengar masuk tapi tak direspon. Juga saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terlihat telah dibaca tapi tidak ada balasan.

Untuk diketahui bahwa atas tindakannya tersebut, Kepala Desa Lakamola diduga tak memberikan teladan baik sebagai seorang pemimpin dalam Desa yang harusnya memberikan solusi, bukan melarang masyarakat yang sedang berusaha menyambung hidup.

Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]