Mengabdi untuk Kesehatan Warga, Bidan di Pustu Oebatu Justru Jadi Korban Pencurian

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Menjadi tenaga kesehatan, khususnya bidan yang bertugas di wilayah terpencil, bukanlah pekerjaan yang selalu diwarnai kemudahan. Di balik tugas mulia menyelamatkan ibu dan bayi, ada pengorbanan, keterbatasan fasilitas, jarak yang jauh, hingga risiko keamanan yang terkadang harus dihadapi seorang diri. Namun, bagaimana rasanya ketika seseorang yang setiap hari mengabdikan diri untuk melayani masyarakat justru harus menghadapi dugaan tindak pencurian di tempat tinggalnya sendiri?

Peristiwa yang dialami seorang bidan dari Puskesmas Batutua, yakni DR yang bertugas di Pustu Oebatu, Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, menjadi gambaran getir tentang sisi lain pengabdian tenaga kesehatan di daerah pelosok.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Polsek Rote Barat Daya tertanggal 2 November 2026, Bidan DR telah melaporkan dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi di tempat tinggalnya yang berada di lingkungan Pustu Oebatu. Dalam laporan tersebut, kejadian diperkirakan berlangsung pada 1 November 2026 sekitar pukul 16.30 WITA.

Kisah ini bermula ketika Bidan DR pulang bekerja. Setibanya di Pustu, ia mendapati sejumlah barang di bagian dapur berjatuhan dan posisi rak terlihat sedikit miring. Awalnya, kondisi tersebut belum membuatnya curiga. Namun, ketika memeriksa bagian belakang bangunan, ia mendapati pintu belakang dalam keadaan terbuka. Perasaan curiga mulai muncul. Dian kemudian memeriksa ruangan demi ruangan hingga menemukan kondisi kamarnya sudah berantakan. Sejumlah barang miliknya dilaporkan hilang.

“Kejadian dari kemarin pas saya pulang piket dari Puskesmas, dalam Pustu barang sudah berantakan,” ucap Bidan DR, saat dikonfirmasi media ini (2/11/2026)

Barang-barang tersebut antara lain beberapa perlengkapan kosmetik, vitamin rambut, alat catok rambut, serta sebuah lampu baru merek Visicom yang disimpan di dalam laci meja ruang tamu. Tidak hanya itu, ketika dilakukan pemeriksaan bersama sejumlah warga, mereka juga mendapati grendel jendela depan ruang tamu dalam keadaan rusak. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa pelaku masuk melalui jendela.

Bidan DR kemudian menghubungi Kepala Pustu Oebatu dan Kepala Puskesmas. Ia juga meminta bantuan seorang kader Posyandu serta beberapa warga untuk melihat kondisi tempat kejadian. Setelah kejadian tersebut, DR akhirnya mendatangi Polsek Rote Barat Daya untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya agar diproses sesuai ketentuan hukum.

Di Balik Seragam Bidan, Ada Pengorbanan yang Tidak Selalu Terlihat

Peristiwa ini menyisakan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar hilangnya sejumlah barang. Bagaimana nasib tenaga kesehatan yang harus mengabdikan diri di wilayah terpencil, ketika rasa aman di tempat mereka bekerja dan tinggal pun belum sepenuhnya terjamin?

Seorang bidan bukan sekadar petugas yang datang ke fasilitas kesehatan untuk menjalankan rutinitas pekerjaan. Mereka adalah sosok yang kerap menjadi tumpuan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan anak-anak.

Tidak jarang, pelayanan kesehatan membutuhkan kesiapsiagaan di luar jam kerja. Ada panggilan persalinan pada malam hari, ada ibu hamil yang membutuhkan pertolongan mendesak, dan ada situasi darurat yang tidak mengenal waktu maupun jarak.

Karena itu, ketika muncul dugaan tindak pencurian di lingkungan tempat tinggal seorang bidan, persoalan ini patut menjadi perhatian bersama. Bukan hanya tentang barang-barang yang hilang, melainkan juga tentang rasa aman, kenyamanan, dan penghargaan terhadap orang-orang yang setiap hari berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kesadaran Sosial Jangan Hanya Dituntut dari Tenaga Kesehatan

Ada ironi yang perlu direnungkan bersama. Masyarakat mengharapkan pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, dan maksimal dari tenaga kesehatan. Namun, kewajiban menjaga keamanan dan menghormati keberadaan mereka juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.

Puskesmas Pembantu bukan sekadar bangunan pelayanan pemerintah. Di tempat itu ada tenaga kesehatan yang menjalankan tugas kemanusiaan, bahkan tidak jarang harus tinggal jauh dari keluarga demi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Kesadaran sosial tidak cukup hanya ditunjukkan dengan datang berobat ketika membutuhkan pertolongan. Menghormati, menjaga, dan melindungi fasilitas serta orang-orang yang melayani masyarakat juga merupakan wujud kepedulian.

Jangan Biarkan Pengabdian Berujung Rasa Takut

Peristiwa di Pustu Oebatu ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, mulai dari pemerintah desa, Dinas Kesehatan, pengelola Puskesmas, hingga aparat keamanan.

Kepala Puskesmas Batutua, Welhelmina D. Leoanak, S.Tr.Keb saat dikonfirmasi media ini menyampaikan permintaan agar kasus ini di usut tuntas oleh Polsek Rote Barat Daya.

“Saya berharap pihak Kepolisian bisa segera tuntaskan kasus ini agar Bidan di Desa bisa bekerja maksimal dengan aman dan nyaman tanpa harus khawatir,” Ucap Welhelmina D. Leoanak, S.Tr.Keb, Plt. Kepala Puskesmas Batutua

Keamanan tempat tinggal tenaga kesehatan di wilayah terpencil perlu mendapat perhatian serius. Ketersediaan fasilitas pengamanan, kondisi bangunan, penerangan, serta dukungan lingkungan sekitar harus menjadi bagian dari upaya melindungi tenaga kesehatan.

Jangan sampai mereka yang setiap hari berjuang menjaga keselamatan orang lain justru harus berjuang sendirian menjaga keselamatan dirinya sendiri.

Komentar Anda?

Related posts