Menhan Tegaskan Komitmen Negara Perhatikan Anak-Cucu Pejuang Timor Timur

  • Whatsapp
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin berjabat tangan dengan Francisco Deodato Osorio Soares, salah satu tokoh pejuang yang memilih setia kepada NKRI.

PORTALNTT.COM, KUPANG – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan komitmen negara untuk terus memperhatikan anak-anak dan cucu para pejuang serta warga asal Timor Timur yang tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perhatian tersebut dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab moral dan historis negara atas pengabdian mereka.

Penegasan itu disampaikan Sjafrie saat menghadiri pengukuhan kepengurusan Uni Timor Aswain (UNTAS) periode 2025-2030 di Hotel Harper, Kupang, Kamis (22/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi terpilihnya Fernando Jose Osorio Soares sebagai Ketua UNTAS periode 2026–2030, yang dinilainya mencerminkan proses regenerasi kepemimpinan yang sehat.

“Negara tidak boleh abai. Anak-anak dan cucu para pejuang serta warga Timor Timur yang setia kepada NKRI harus mendapat perhatian, perlindungan, dan kesempatan yang layak untuk masa depan mereka,” kata Sjafrie.

Menurut dia, perhatian negara tidak cukup bersifat simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan nyata, terutama di bidang pendidikan, kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan generasi penerus tidak tertinggal dalam pembangunan nasional.

Sjafrie menilai, regenerasi kepemimpinan di UNTAS menjadi penanda bahwa organisasi tersebut tidak berhenti pada romantisme sejarah masa lalu, melainkan bergerak menatap masa depan dengan semangat kebangsaan yang utuh.

“Kita bersyukur UNTAS kini dipimpin generasi muda. Generasi muda adalah sokoguru bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memberi ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda asal Timor Timur untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional, baik melalui jalur sipil maupun militer. Kesetiaan warga Timor Timur terhadap NKRI, menurut Sjafrie, merupakan teladan nyata tentang nasionalisme dan pengorbanan.

“Pengabdian mereka adalah bagian dari fondasi keutuhan bangsa. Nilai-nilai ini harus diwariskan agar semangat kebangsaan tetap terjaga,” kata dia.

Dalam sambutannya, Sjafrie juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan historis dan emosional dengan keluarga besar UNTAS. Ia menyebut, warga UNTAS merupakan bagian dari warga negara yang disiplin dan taat pada aturan, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan perdamaian.

“Kita tidak perlu lagi melihat ke belakang. Kita harus melihat ke depan, setia pada Merah Putih dan cinta NKRI,” tutur Sjafrie.

Kepada para mantan pejuang Timor Timur yang hadir, Sjafrie menitipkan pesan agar semangat kebersamaan terus dirawat melalui UNTAS sebagai wadah perjuangan kolektif. Ia juga menantang kepemimpinan Fernando Soares untuk membuktikan bahwa UNTAS mampu memberi kontribusi nyata bagi perjalanan sejarah kebangsaan Indonesia.

“Kultur Timor Timur itu militan. Tantangannya adalah bagaimana militansi itu diarahkan untuk memperkuat NKRI dan menjaga perdamaian,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Sjafrie berharap UNTAS terus menjadi kekuatan sosial yang memperkokoh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sekaligus melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdisiplin, dan setia pada bangsa dan negara.

“Semoga kehadiran UNTAS membuat kita menjadi bangsa yang kuat, berkemampuan, dan memiliki semangat Indonesia Maju,” kata Sjafrie.

Komentar Anda?

Related posts