Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, KUPANG – Dalam upaya mengoptimalkan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao, DPRD Kabupaten Rote Ndao melalui Komisi III melakukan kunjungan kerja koordinasi ke Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang di Jalan M Praja No.5 Tenau, Kupang, Rabu (1/4/2026).
Langkah strategis ini difokuskan pada perbaikan fasilitas pelabuhan, peningkatan pelayanan kemanusiaan, hingga sinkronisasi kebijakan yang berpihak pada pengguna jasa. Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Drs. Lasarus Yonas Pah, didampingi Ketua Komisi III Migel H. Beama, S.P. Turut hadir sejumlah anggota Komisi III lainnya, yakni Mersianus Tite, Absalom Polin, Helmi J. Tolla, Dering Feoh, Adrianus Pandie, SH, dan Yance A. Daik.
Salah satu agenda kemanusiaan yang menjadi sorotan utama DPRD adalah usulan penyesuaian tarif bagi armada medis. DPRD Rote Ndao tengah mengupayakan agar tarif penyeberangan mobil ambulans dapat diturunkan hingga 50%, bahkan jika memungkinkan dapat digratiskan. Hal ini dianggap krusial untuk mendukung akses kesehatan darurat bagi masyarakat Rote Ndao yang harus dirujuk ke Kupang.
Dalam pertemuan tersebut, diinformasikan pula bahwa biaya tiket untuk sepeda motor (di bawah 500 cc) ditetapkan sebesar Rp242.000, yang merupakan harga paket sudah termasuk tiket sepeda motor, pengendara dan satu penumpang/boncengan.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai tiket yang hangus akibat kendala perjalanan menuju pelabuhan, manajemen PT ASDP memberikan solusi konkret bagi penumpang.
“Bagi kendaraan yang sudah membeli tiket tetapi terhambat di tengah jalan, kini dapat menghubungi Call Center ASDP. Penumpang akan diberikan kesempatan untuk berangkat pada jadwal berikutnya, selama ketersediaan kuota kapal masih ada,” ungkap perwakilan manajemen ASDP Kupang.
Selain masalah teknis tiket, DPRD Rote Ndao juga menyoroti buruknya kualitas sinyal internet di Pelabuhan Pantai Baru, Rote Ndao. Kondisi jaringan yang sering mengalami gangguan sangat menghambat proses administrasi dan kenyamanan penumpang. Pihak terkait berkomitmen untuk segera mengupayakan perbaikan infrastruktur jaringan di area pelabuhan.
Untuk meningkatkan sisi humanis dalam pelayanan, ASDP dan Pemda sepakat memberikan prioritas utama bagi kategori penumpang khusus, antara lain, pasien/orang sakit, ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas. Kemudian, kedepannya akan dibuatkan jalur/zonasi bagi pembeli tiket secara online maupun offline.
Kabar baik muncul terkait rencana pembukaan rute perintis baru yang menghubungkan Mbueain ke Ndao dan Nuse. PT ASDP menyatakan kesiapan armada untuk melayani rute tersebut. Namun, realisasi ini memerlukan koordinasi lanjutan dengan Bupati Rote Ndao terkait pemenuhan persyaratan teknis dan standarisasi kelayakan dermaga pelabuhan demi keselamatan pelayaran.
Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut ditegaskan pentingnya Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pihak ASDP kepada Pemerintah Daerah Rote Ndao sebagai bentuk sinergi dalam pembangunan daerah.
Wakil Ketua DPRD, Drs. Lasarus Yonas Pah, berharap koordinasi ini menjadi titik balik perbaikan layanan penyeberangan di Rote Ndao. Dengan adanya komitmen dari ASDP, diharapkan aksesibilitas transportasi laut menjadi lebih mudah, transparan, dan manusiawi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif demi memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera teratasi tanpa merugikan pengguna jasa.







