Modus Baru Pencurian Ternak Menggunakan Potas di Sumba Barat

  • Whatsapp

PORTALNTT. COM, WAIKABUBAK – Kapolres Sumba Barat melalui Waka Polres Kompol Yohanis Nisa mengatakan telah menemukan adanya modus baru pencurian ternak khusunya ternak babi atau anjing dengan menggunakan potas.

Lebih lanjut Kompol Hans Nisa mengatakan sesuai perintah Kapolres Sumba barat agar mengaktifkan kegiatan patroli malam pada jam-jam rawan.

Menyikapi hal tersebut tim patroli malam, pada Rabu, (22/11/2017) di bawah pimpinan Kaur Bin Ops Sabhara Aipda Rahimin Baesaku dengan kekuatan anggota 1 SST melaksanakan patroli malam yang merupakan bagian dari Kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) di seputaran kota Waikabubak, tepatnya di ruas jalan jurusan Lapale-Taman Mamoli Waeekarou ditemukan sesuatu bungkusan karung berada dipinggir jalan.

Setelah dicek oleh anggota ternyata seekor babi yang sudah dalam keadaan mati. Dan kemungkinan dibuang oleh pelaku pencurian karena adanya tim Patroli yang melintasi di daerah tersebut.

Menurut Waka Polres, ini merupakan modus baru para pencuri dengan menggunakan potas.

“Penggunaan potas yang dicampur makanan babi kemudian diberikan kepada babi memudahkan mereka dalam aksinya sehingga tidak menimbulkan kegaduhan akibat babi tidak teriak, karena sesaat setelah memakan potas babi akan mati secara mendadak, sehingga dengan aman mereka membawa babi tersebut,” terangnya pada media ini, Kamis (23/11).

Ini juga, kata Dia merupakan informasi penting bagi masyarakat sebagai konsumen agar hati-hati dalam membeli daging babi pada tempat-tempat yang tidak jelas, karena aturan penjualan daging ternak sudah diatur pula termasuk mekanisme pemeriksaan ternak yang hendak dipotong, intinya daging yang dijual harus dari ternak sehat dan tidak terkontaminasi bahan atau zat berbahaya dan layak konsumsi.

“Tujuan dari kegiatan patroli malam adalah untuk meminimalisir kesempatan bagi para pelaku untuk melakukan aksinya baik dalam hal pelanggaran maupun kejahatan, sehingga dapat tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif, dengan demikian masyarakat merasa aman dan nyaman di waktu malam dan dapat tidur dengan tenang tanpa ada gangguan,” Kata Dia mengakhiri pembicaraan. (Mus)

Komentar Anda?

Related posts