Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO- Polemik pelayanan kesehatan di Puskesmas Ndao seakan tak pernah ada habis-habisnya. Setelah beberapa waktu lalu tersiar kabar Puskesmas Ndao tutup layanan UGD dan Rawat Inap gegara kekurangan tenaga perawat, hingga adanya bayang-bayang sanksi administratif bagi para tenaga kesehatan (Nakes) disana. Kini kabar tak sedap kembali mencuat. Para Nakes di Puskesmas Ndao ternyata sejak tahun 2024 lalu harus merogoh uang dari kantong pribadi mereka hanya demi membayar jasa Cleaning Service di Puskesmas Ndao. Padahal hal itu harusnya menjadi tanggung jawab penuh dari Pemerintah Daerah Rote Ndao.
Salah satu Nakes di Puskesmas Ndao saat dikonfirmasi media ini membenarkan hal tersebut. Nakes yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan mereka terpaksa harus bersepakat agar masing-masing nakes setiap bulannya menyumbangkan uang pribadi sebesar Rp35 ribu per orang untuk dipakai membayar jasa Cleaning Service karna tenaga Cleaning Service disana bukan dari PPPK atau ASN yang tak digaji oleh pemerintah.
Kendati nilai Rp35 ribu itu bukan angka yang besar, namun hal tersebut menunjukkan bahwa Pemda Rote Ndao seakan lalai dan tak sanggup menyediakan Tenaga Cleaning Service di Puskesmas Ndao. Dilain sisi, para Nakes di Puskesmas Ndao masih tetap dituntut untuk terus bekerja dibawah beban kerja yang tinggi, tanpa fasilitas yang memadai, dan harus nekat taruhan nyawa ditengah ombak laut Ndao yang ganas demi merujuk pasien ke RSUD Ba’a.
“Sejak sudah tidak ada TKD, kami akhirnya terpaksa rapat dan sepakat untuk tiap orang kumpul uang Rp35 ribu per bulan untuk bayar tenaga Cleaning Service di Puskesmas,” ungkap salah satu Nakes di Puskesmas Ndao yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, Nakes tersebut juga menjelaskan bahwa ada dua orang tenaga Cleaning Service yang bertugas di Puskesmas Ndao. Satu orang bagian bersih-bersih ruangan di Puskesmas, dan satu orang lagi bagian cuci linen dan kain jendela di Puskesmas.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Rote Ndao, Melkianus F Haning, S.Pd, MM menegaskan agar Pemda Rote Ndao jangan menambah beban bagi para Nakes di seluruh Fasilitas Kesehatan di Rote Ndao.
“Sekalipun itu hasil kesepakatan bersama, itu tetap tidak boleh bebankan kepada Nakes. Waktu RDP kami di Komisi II saja sudah tegaskan agar Pemda beri tambahan insentif untuk Nakes di Puskesmas Ndao karna insentif mereka masih kecil nilainya. Insentif mereka kecil, tapi mereka harus tanggung biaya tenaga Cleaning Service itu tidak boleh,” Tegas Sekretaris Komisi II DPRD Rote Ndao, Melkianus Haning.
Lebih lanjut, Melkianus Haning juga menjelaskan bahwa pihaknya akan menegaskan kepada Pemda untuk segera menambah kebutuhan tenaga di Puskesmas Ndao, baik dari Tenaga Medis sampai Sopir Ambulans dan Cleaning Service. Pemda Rote juga harus membiayai insentif/gaji dari tenaga Cleaning Service tanpa membebani para Nakes yang ada.
“Nanti saat sidang paripurna saya akan tegaskan Pemda Rote untuk evaluasi kembali semua kebutuhan di Puskesmas Ndao, termasuk tenaga Cleaning Service. Pemda tidak boleh biarkan Nakes yang harus bayar Cleaning Service karna itu adalah tanggung jawab Pemda,” lanjut Melkianus Haning, menegaskan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, Maria Isabela,S.KM, MPH saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp sama sekali tidak memberikan respon atau penjelasan apapun terkait polemik tersebut. Hal ini seakan menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan Rote Ndao tak mau ambil pusing soal kebutuhan tenaga Cleaning Service di Puskesmas Ndao.






