Home / Daerah / Peserta JKN-KIS Ini Menilai Membayar Iuran Bermakna Sebagai Amal Ibadah

Peserta JKN-KIS Ini Menilai Membayar Iuran Bermakna Sebagai Amal Ibadah

98 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG –
Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang hadir melayani masyarakat Indonesia sejak tahun 2014 telah memberi manfaat yang besar. Hampir semua penyakit mulai dari yang bergejala ringan, berat bahkan penyakit langka pun pembiayaannya dijamin oleh program yang mengusung konsep gotong royong ini.

Demikian yang disampaikan Febriana Manupraja (28) ketika ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang pada Selasa (29/06). Saat itu Febriana sedang membantu kerabatnya untuk mengurus kepesertaan JKN-KIS bayi yang baru saja dilahirkan.

Febri, begitu sapaan akrabnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal dengan peserta mandiri.

Bagi Febri, membayar iuran JKN-KIS bukan sekedar memenuhi kewajiban sebagai warga negara saja, namun membayar iuran baginya bermakna sebagai amal ibadah. Karena setiap rupiah yang dibayarkan pasti akan mengalir ke orang-orang yang sangat membutuhkan. Konsep gotong royong yang ada dalam program JKN-KIS adalah nyata. Ia pun tidak ragu menyarankan kerabatnya agar segera mengurus kepesertaan JKN-KIS.

Febri menjadi orang yang merasakan betul manfaat luar biasa program JKN-KIS. Anaknya mengidap penyakit langka yaitu Anemia Aplastik.

Ia sendiri tidak menyangka, anaknya yang terlihat sehat-sehat saja bisa mengidap penyakit akibat kelainan darah. Beruntungnya JKN menjamin seluruh pengobatan penyakit yang diidap anaknya tersebut.

Febri menilai pelayanan terhadap peserta JKN sangat baik. Saat itu anaknya dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut ke RSUP Sanglah di Denpasar.

“Seandainya tidak ada program JKN-KIS, tidak tahu harus bagaimana lagi mendapatkan sumber dana untuk pengobatan anaknya saya. Terima kasih kepada para peserta JKN_kIs yang rutin membayar iuran. Saya tahu penyakit langka yang diderita anak saya membutuhkan biaya pengobatan yang besar,” ungkapnya.

Febri sangat berharap program yang sangat mulia ini bisa terus dipertahankan siapapun presidennya.

“Saya juga berharap, pelayanan kepada peserta JKN-KIS tidak ada lagi diskriminasi. Saat ini sosialisasi mengenai program JKN-KIS sudah sangat masif. Bahkan BPJS Kesehatan sudah menghadirkan aplikasi,” tutupnya. (PN)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]