Penulis dan Editor: Jefri Tapobali
PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Suasana Panti Sosial Bina Netra Hitbia Kupang sore ini, Jumat (27/1/2023) begitu berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Di halaman Panti, berjejeran mobil-mobil. Pada beberapa Mobil terlihat ada lambang Bank NTT. Rupanya ini adalah rombongan karyawan Bank NTT yang ingin menyapa, melihat lebih dekat para penghuni Panti.
Rombongan Bank NTT dipimpin langsung oleh kepala Divisi Umum Bank NTT, Mathius J. Mangi, Kasubdiv administrasi umum dan logistik, Jemmy M. Toelle, Kasubdiv manajemen aset, Haznah Kulle, dan diikuti seluruh karyawan Bank NTT dari Divisi Umum.

Rombongan Bank NTT diterima Kepala UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita Kupang, dr. Yusi T. Kusumawardani, dan langsung memasuki aula Panti Bina Netra Hitbia Kupang. Telah menunggu dengan setia, anak-anak Panti dengan busana baju kameja kuning dan celana/rok hitam.
Di hadapan seluruh anak Panti, Haznah Kulle, Kasubdiv Manajemen Aset menyampaikan kunjungan dari Bank NTT ini untuk berbagi kasih dengan anak-anak Panti Bina Netra Hitbia Kupang.
“Bantuan yang kami berikan ini memang tidak seberapa tapi kami mau menunjukkan bahwa kami Bank NTT sangat peduli dan prihatin terhadap kondisi anak-anak Panti di sini,” ungkap Haznah.

Menurut Haznah setelah mengunjungi Panti Bina Netra Hit Bia Kupang, memberikan kesan yang berarti dan sangat mendalam tentang bagaimana mensyukuri hikmat Tuhan dalam kehidupan.
“Setelah melihat keadaan mereka kami akhirnya sadar bahwa hidup ini wajib untuk disyukuri. Dan Tuhan begitu luar biasa, karena anak-anak dengan keterbatasan mereka tapi mereka tetap tersenyum bahagia dan menikmati kehidupan mereka,” kata Hazzna.
Haznah menjelaskan bantuan yang diberikan berupa uang tunai, sembako, dan bingkisan (Goodie Bag) mendapatkan support dari seluruh jajaran Direksi Bank NTT.

“Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, sembako dan ada Goodie Bag. Pertimbangannya, anak-anak kan senang dan bahagia kalau diberikan hadiah, seperti kita kecil-kecil dulu. Intinya kita sedikit berbagi untuk anak-anak biar sama-sama merasakan. Kita belajar dari mereka bagaimana mensyukuri keadaan yang ada,” tutup Hazzna.
Kepala UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita Kupang, dr. Yusi T. Kusumawardani mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Bank NTT.
“Memang Bank NTT itu Banknya rakyat NTT. Dari, Untuk dan Bagi masyarakat NTT,” ungkap dr. Yusi penuh bahagia.
Diakuinya, kunjungan ini merupakan kali pertama dari pihak Bank NTT ke Panti Bina Netra Hitbia Kupang.
“Hari ini bukan orang-orang berduit yang merasakan sentuhan Bank NTT, tapi juga anak-anak kami dengan disabilitas Netra boleh mendapatkan kebahagiaan, mendapatkan berkat dari teman-teman Bank NTT,” tandas dr. Yusi.
Untuk itu, dr. Yusi berharap kemitraan yang terjalin ini menjadi awal yang baik sehingga Bank NTT tetap memberikan perhatian bagi anak-anak Panti.
“Anak-anak ini merupakan generasi penerus, meskipun dengan segala keterbatasan yang dimiliki, anak-anak ini berjuang untuk bisa berdikari, belajar untuk bisa mengelolah dirinya sendiri. Semoga ini menjadi kemitraan yang terus berlanjut,” kata dr. Yusi penuh harap.
Terkait dengan kondisi Panti, dr. Yusi mengakui masih ada banyak kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Tentunya dengan kunjungan Bank NTT, Ia memiliki harapan agar Bank NTT maupun pihak lain yang memiliki kepedulian untuk bisa ambil bagian dengan kondisi yang ada.
“Yang paling urgen itu adalah menyangkut kenyamanan anak-anak. Jadi itu meliputi kamar mandinya, kamar tidur mereka. Kasur mereka itu sudah bertahun-tahun. Kalau bisa juga ada sirkulasi udara yang enak, jadi perlu ada kipas anginnya,” jelasnya.
Di balik banyaknya kekurangan yang dimiliki, dr. Yusi mengaku bangga dengan anak-anak Panti yang mampu bertahan dengan kondisi yang ada.
“Tapi kalau memang ada kemudahan, bolehlah mereka merasakan kenyamanan yang jauh lebih baik,” tandasnya.
Saat ini di Panti Bina Netra Hitbia Kupang ada 41 anak yang dididik dan dibina. Di Panti anak-anak dilatih kemandirian, selanjutnya mereka dilatih membaca dan menulis Braille.
“Nanti kita evaluasi kalau anak-anak mampu untuk membaca dan menulis serta berhitung kita tawarkan untuk sekolah di SLB (Sekolah Luar Biasa) di Kota Raja. Kalau yang tidak sekolah kita latih keterampilan mereka. Ada pijat 3 macam, pijat Shiatsu, pijat Massage, dan pikat Rekreasi. Lalu ada ketrampilan membuat kemoceng, kursi sofa dari ban bekas,” jelas dr. Yusi.
Menurut dr. Yusi, apabila anak-anak yang telah melampui dan melewati itu semua dan dinyatakan kompeten, maka anak-anak bisa dipulangkan kembali ke orangtua atau keluarga mereka.

“Ada anak yang bisa 11-12 tahun baru kita pulangkan. Tapi ada juga yang 4 tahun sudah bisa dipulangkan. Tergantung kemampuan anak dalam menangkap pengetahuan yang diajarkan. Prinsipnya kami di sini adalah melatih anak-anak untuk mandiri, mereka bisa mencari nafkah untuk dirinya sendiri,” pungkas dr. Yusi.
Fendi Bani (11), aalah satu anak panti mengaku bahagia karena mendapat bantuan dan Goodie Bag dari Bank NTT.
Ia pun berdoa agar Bank NTT tetap sukses dan jaya.
“Terima kasih Bank NTT. Semoga tetap sukses dan jaya,” ungkap Fendi yang bercita-cita ingin menjadi pemain drum yang sukses nantinya.
Pantuan media ini, rombongan Bank NTT diajak berkeliling ke semua area Panti untuk melihat lebih dekat kondisi Panti. Dari hasil kunjungan, ditemui ada banyak sekali kekurangan-kekurangan baik dari segi infrasturuktur bangunan maupun sarana prasarana penunjang bagi anak-anak Panti Bina Netra Hitbia Kupang.







