Tidak Mampu Jelaskan UU, Ketua Bawaslu NTT Larikan Diri

  • Whatsapp
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Nusa Tenggara Timur (NTT) Nelce R.P Ringu melarikan diri.
banner 468x60

PORTALNTT.COM, KUPANG – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur (NTT) Nelce R.P Ringu melarikan diri saat tidak mampu menjelaskan soal Undang-undang (UU) atau dasar hukum yang digunakan dirinya untuk tidak membatalkan pencalonan Jonas Salean.

Tidak hanya Nelce, salah satu anggota bawaslu NTT Jemris D. Fointuna, S.Pi juga ikut Larikan diri saat ditanyai kuasa hukum paket FirmanMu soal dasar hukum yang digunakan dirinya untuk tidak mencabut SK pembatalan paket Sahabat sesuai keputusan musyawarah persidangan sengketa pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2017 beberapa waktu lalu.

Nelce hanya menjelaskan bahwa, dasar hukum yang dirinya gunakan adalah UU dan perintah dari hirarki Banwaslu yakni Banwaslu RI.

“Itu semua sudah sesuai UU, dan perintah lagsung dari hirarki kami,” ujarnya saat dialog bersama para kuasa hukum paket FirmanMu, Sabtu (12/10).

Anehnya lagi Nelce saat diminta oleh kuasa hukum FirmanMu Stefanus Matutina, SH, Nikolaus Ke Lomi, SH dan Novan Erwin Manafe, SH untuk Nelce menjelaskan secara detail UU yang dirinya gunakan namun dirinya hanya bisa menjelaskan bahwa keputusannya sesuai pengetahuan dirinya.

“Semuanya saya sudah jelaskan, sesuai pengetahuan saya dan hirarki saya,” katanya sambil melarikan diri meninggalkan ruang dialog. Saat melarikan diri, Nelce langsung diamankan aparat kepolisian resor kupang kota dan menuju ke luar kantor Banwaslu NTT.

Hadir pada dialog tersebut antara lain, Ketua Koalisi perubahan kota Felixs Dando, Anggota DPRD NTT Ardy Kalelena, ketua AMPD kota kupang Alis Siokain, kordinator aksi Apris Kolimon, serta tim kuasa hukum lainnya yakni, Maria A. Lawang, Yupelita Dima, S.H M.H. (Yos/Epy)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60