Undana dan Koalisi KOPI Satukan Langkah, Dorong Aksi Iklim Berbasis Anak Muda di NTT

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Upaya menghadapi dampak perubahan iklim di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan generasi muda. Kesadaran itulah yang mendorong Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Koalisi Kelompok Orang Muda Peduli Iklim (KOPI) Kupang membangun sinergi dalam memperkuat gerakan lingkungan dan aksi iklim di daerah tersebut.

Komitmen kolaborasi itu mengemuka saat Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, menerima audiensi pengurus Koalisi KOPI Kupang di ruang rapat rektorat Undana, Kamis (18/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Jefri menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam komunitas yang bergerak di bidang lingkungan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus pengembangan kompetensi di luar ruang kuliah.

“Undana mendukung berbagai aktivitas generasi muda yang memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim. Kepedulian seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, lanjut Prof Jefri, Undana memiliki ruang kolaborasi yang luas melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kampus siap mendukung berbagai agenda yang diinisiasi Koalisi KOPI melalui riset, kegiatan edukasi, maupun pelibatan dosen dan mahasiswa dalam forum-forum diskusi lingkungan.

Ia menambahkan, komitmen Undana terhadap isu lingkungan juga sejalan dengan agenda pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Berbagai langkah konkret telah dilakukan kampus, mulai dari pembentukan Korpus SDGs dan Korpus Lingkungan Hidup, pengembangan program bank sampah oleh Dharma Wanita Persatuan Undana, hingga inovasi pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai guna yang dikembangkan sejumlah program studi.

“Kontribusi Undana terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan terus berjalan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan semakin diperkuat agar dampaknya lebih luas,” kata Prof Jefri.

Sementara itu, Pembina Koalisi KOPI Kupang, Jurgen Nubatonis, mengatakan audiensi tersebut bertujuan membangun kemitraan strategis dengan Undana dalam memperkuat gerakan orang muda yang peduli terhadap isu iklim dan lingkungan.

Menurut Jurgen, salah satu agenda yang menjadi fokus kolaborasi adalah pelaksanaan Jambore Gotong Royong untuk Flobamora Tas yang dijadwalkan berlangsung pada 4–7 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut akan mempertemukan sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah di NTT, mulai dari Flores, Sumba, Timor hingga Alor, untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah bersama dalam menjaga lingkungan hidup.

“Kami berharap Undana dapat terlibat dalam berbagai agenda jambore, termasuk talkshow tentang keadilan iklim antar-kepulauan dan Policy Lab yang akan menghasilkan rekomendasi kebijakan dari kalangan anak muda untuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Jurgen menjelaskan, selama ini Koalisi KOPI telah menjalankan berbagai program berbasis komunitas, seperti transplantasi terumbu karang, riset pangan lokal, hingga pelestarian tenun yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan budaya masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Undana, berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat berkembang lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi pelestarian ekosistem di NTT,” imbuhnya.

Komentar Anda?

Related posts