Alex Yang Setia di Samping Viktor

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, LABUAN BAJO – Viktor bersama Alex berjalan beriringan di atas jembatan gantung menuju hutan Wae Bobok. Mereka menuntaskan sebuah perjalanan panjang, menyusuri Pulau Flores sejauh lebih kurang 1.000 kilometer selama 15 hari. Viktor sumringah, sebagian besar mimpinya terwujud berkat dukungan Alex yang setia melangkah di sampingnya.

Viktor melemparkan senyum pada orang-orang yang ada di hutan Wae Bobok. Ia lalu duduk pada bangku yang tersusun menyerupai setengah lingkaran di tengah kawasan hutan Wae Bobok.

Ia pun menyantap kuliner lokal, nasi bambu yang begitu terkenal aroma dan citarasanya. Ada juga rebok, keripik pisang, makanan lokal lainnya yang kemasannya sudah dibantu Bank NTT dengan rebranding.

Viktor begitu menikmati suasa hutan, diiringi alunan musik yang dibawakan anak-anak SMK Komodo. Ia pun mengayunkan tangan memanggil anak-anak kecil untuk duduk di sampingnya. Sesekali dia mengambil potongan buah semangka berwarna merah di dalam piring yang letaknya persis di hadapannya dan menyuapi anak kecil itu.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat begitu sumringah menikmati suasana di Wae Bobok.

Wajahnya penuh decak kagum melihat alam hutan Wae Bobok yang telah didandani Bank NTT menjadi destinasi Ekowisata baru di Labuan Bajo.

Eko wisata Wae Bobok di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, menjadi salah satu desa binaan Bank NTT.

Kekaguman Viktor mulai tergambar saat Ia bersama rombongannya menginjakkan kaki di Pulau Flores tepatnya di Kabupaten Flores Timur (8/4). Di sana Ia bertemu Nenek Agnes Niron Piran, penenun asal desa Lewohala, kecamatan Ile Mandiri, kabupaten Flores Timur. Saat perjumpaan itu, Viktor membeli 3 sarung hasil tenunan nenek Agnes. Harga per lembarnya Rp 1,5 juta.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama mama-mama penenun di Lewukluok.

Tidak hanya itu, Viktor juga memborong semua tenunan mama-mama di Lewukluok. Viktor harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar semua tenunan itu. Nilainya mendekati dua ratusan juta. Bagi Viktor tenunan merupakan karya intelektual yang harus dihargai. Jika tidak maka orang lain tidak akan menghargainya.

Kekaguman Viktor berlanjut saat di desa Moni, Kecamatan Moni, Kabupaten Ende. Viktor memuji sajian Kopi oleh Barista dari desa Wologai Tengah dan Ngela, UMKM binaan Bank NTT. Viktor bangga karena seluruh UMKM binaan Bank NTT telah menggunakan sistem pembayaran QRIS.

Di Kabupaten Mbay, ketika Viktor melakukan panen jagung di desa Anakoli, Kecamatan Wolowae. Viktor mengakui harus ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk mewujudkan kesejahtraan rakyat. Ia bahkan meminta Bupati Nagekeo menyiapkan lahan 30 ribu Ha. Jika lahan disiapkan maka Bank NTT akan siap support dengan memberikan pinjaman modal Rp 300 Milyar.

Gubernur melakukan panen jagung di desa Anakoli.

Saat berada di Kabupaten Ngada, Viktor bertemu mama-mama bambu yang telah bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari (YBL). Kegigihan mama-mama bambu membuat mereka mendapatkan uang jutaan rupiah dari setiap jeri lelah mengembangbiakkan anakan bambu. Viktor bahkan meminta pemerintah membuat prasasti bagi mama-mama bambu. Diakuinya bambu memberikan manfaat yang luar biasa. Dan Pemprov menargetkan dibentuknya 1000 desa bambu di Flores. Dan Bank NTT akan memberikan dukungan pinjaman kredit mikro merdeka bagi mama-mama bambu yang ingin mengembangkan usahanya.

Hingga saat ini, total penyaluran Kredit Mikro Merdeka pada 23 Kantor Cabang Bank NTT sebesar Rp 14.091.012.500, (Empat Belas Milyar Sembilan Puluh Satu Juta Dua Belas Ribu Lima Ratus Rupiah) kepada 2.556 pelaku usaha. Kredit Mikro Merdeka merupakan terobosan yang luar biasa dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat demi membangkitkan semangat dan harapan agar perekonomian masyarakat NTT menjadi lebih baik, sekaligus membebaskan masyarakat dari belenggu
rentenir.

Kredit Mikro Merdeka berarti merdeka dari bunga (0 persen), merdeka dari agunan dan merdeka dari rentenir, sehingga
memudahkan para pelaku usaha mikro dalam memperoleh permodalan dengan
mudah, murah dan cepat.

Viktor dalam kesempatan kunjungan kerjanya itu ikut menyaksikan pendatanganan kerjasama pinjaman daerah antara Bank NTT dengan pemerintah Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Kabupaten Ende. Kinerja Bank NTT saat ini menuai apresiasi yang tinggi dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Menurut Viktor, kinerja luar biasa dan prestasi yang ditorehkan Bank NTT saat ini merupakan sebuah terobosan spektakuler, sekaligus mewujudkan impiannya jauh sebelum menjadi gubernur.

“Saya melihat Bank NTT saat ini bergerak dengan sangat baik. Seperti yang dulu saya impikan sebelum jadi gubernur. Kepada direksi dan seluruh jajaran saya berterima kasih, karena inilah bank yang saya inginkan dari dulu. Bank yang ikut berperan dalam membangun pembangunan. Bukan bank yang hanya duduk tunggu pegawai negeri untuk ambil uangnya,” ungkap Gubernur disambut tepuk tangan hadirin di lapangan Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (16/4/2022).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Menurut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu, Bank NTT juga harus fokus pada sektor-sektor riil yang selama ini dikerjakan oleh pemerintah. Untuk itu dia terus memotovasi Bank NTT untuk semakin gencar dan terus melakukan kerja-kerja nyata yang tidak biasa.

Viktor menaruh harapan besar terhadap Bank NTT, karena apa yang dikerjakan oleh bank kebanggaan masyarakat NTT itu sekarang, sudah sangat luar biasa dan harus terus ditingkatkan.

“Dalam perjalanan saya, saya lihat bagaimana peran serta Bank NTT saat ini sudah sangat bagus, walaupun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan,” ungkap gubernur.

“Kepada Bank NTT, saya tidak sembarang puji orang. Saya pesan, jangan pernah turun dari standar-standar yang sudah dilakukan. Karena, sekali lagi, dulu sebelum jadi gubernur, saya punya mimpi yang sekarang ini dilakukan, walaupun baru sekitar 25 persen mimpi saya yang dikerjakan sekarang. Harus kita kerjakan dengan luar biasa untuk menjawab seluruh tantangan yang ada. Saya minta ini dilaksanakan dengan baik. Saya lihat kondisi hari ini, makin hari makin baik. Kita akan terus membangun NTT dengar cara-cara cerdas,” tandas Gubernur.

Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan Bank NTT
dengan tagline Melayani Lebih Sungguh, akan mendukung dan mewujudkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, menuju NTT bangkit NTT Sejahtera.

Terobosan demi terobosan dilakukan pihak manajemen guna menjawab harapan Gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan para Bupati/ Wali Kota sebagai pemegang saham.

“Dalam rangka mempercepat akselerasi pembangunan di daerah, Bank NTT mendukung melalui kebijakan yang sesuai dengan regulasi dan aturan perbankan,” ungkap Dirut Alex.

Bank NTT menjadi salah satu suksesor dalam mewujudkan mimpi Viktor membangun NTT. Bank NTT dan Pemprov NTT berjalan beriringan seperti Alex yang setia di sisi Viktor saat melangkah di atas Jembatan Wae Bobok. (Jefri Tapobali)

Komentar Anda?

Related posts