Bank NTT Salurkan Dana CSR Untuk Pembangunan Mesjid dan Gereja di Lembata

  • Whatsapp
Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba Egbert E.D. Balukh menyerahkan bantuan.

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) Cabang Lewoleba menyalurkan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kepada sejumlah rumah ibadah di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Penyaluran bantuan ini mencerminkan komitmen Bank NTT dalam mendukung pembangunan sosial sekaligus memperkuat semangat kebersamaan lintas umat beragama.

Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin (26/1/2026). Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba Egbert E.D. Balukh menyerahkan bantuan tersebut kepada lima rumah ibadah, yang terdiri atas tiga masjid dan dua gereja yang tersebar di beberapa kecamatan di Lembata.

Egbert mengatakan, program CSR tersebut merupakan bagian dari peran Bank NTT sebagai mitra pembangunan daerah. Menurut dia, kehadiran Bank NTT tidak semata sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai institusi yang tumbuh bersama masyarakat.

“Melalui program CSR ini, Bank NTT berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan kehidupan keagamaan masyarakat, khususnya di Kabupaten Lembata,” ujar Egbert.

Ia menjelaskan, besaran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah ibadah, baik untuk pembangunan fisik maupun untuk menunjang aktivitas keagamaan. Penyesuaian itu dilakukan agar dana CSR dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima.

Selain sektor keagamaan, Egbert menambahkan, program CSR Bank NTT juga menyasar bidang lain, seperti pendidikan melalui pemberian beasiswa, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembangunan infrastruktur publik, pelestarian lingkungan hidup, serta bantuan sosial dan penanggulangan bencana.

Pada awal 2026, Bank NTT Cabang Lewoleba menyalurkan dana CSR sebesar Rp 20 juta kepada Paroki Santo Yosef Waikilok di Kecamatan Nubatukan.

Panitia Pembangunan Masjid Al Ijtihad Atasoge menerima bantuan Rp 10 juta, sedangkan Masjid Baitul Ala Dolulolong di Kecamatan Omesuri memperoleh bantuan Rp 35 juta.

Sementara itu, Panitia Pembangunan Gereja Immaculata Bakaor di Kecamatan Wulandoni menerima bantuan Rp 20 juta, dan Masjid Usisa Al-At-Taqwa Waikoro di Kecamatan Buyasuri mendapatkan bantuan Rp 10 juta.

Para penerima bantuan menyampaikan apresiasi kepada Bank NTT atas perhatian yang diberikan. Mereka menilai, dukungan tersebut tidak hanya membantu percepatan pembangunan rumah ibadah, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat Lembata.

Sejumlah tokoh agama dan panitia pembangunan rumah ibadah juga mengajak masyarakat untuk mendukung Bank NTT sebagai bank daerah.

Menurut mereka, dengan menjadi nasabah Bank NTT, masyarakat turut berperan dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan.

Komentar Anda?

Related posts