Banyak Manfaat Yang Dirasakan, Nadus Kaju Bersyukur Jadi Peserta JKN

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, MAUMERE – Bernadus Kaju (35) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU). Dirinya mengaku memperoleh kepesertaannya karena sang istri merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Sikka.

Ia mengaku telah lama menjadi peserta JKN dan mengakui manfaat menjadi peserta JKN.

“Saya menjadi peserta JKN karena dapat dari istri saya yang seorang guru PNS dan sudah lama jadi peserta JKN sedari BPJS Kesehatan masih bernama ASKES. Kami sudah cukup lama jadi peserta dan sudah lumayan sering menggunakan”, tutur pria yang memiliki sapaan Nadus ini.

Nadus yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini menceritakan pengalaman ketika istrinya melahirkan dengan menggunakan Program JKN. Nadus mengatakan sudah tiga kali istrinya melahirkan dengan Program JKN.

Menurutnya pelayanan kesehatan dengan menggunakan Program JKN di fasilitas kesehatan sangat baik. Kemudahan itu juga dirasakannya dalam hal pembiayaan rumah sakit. Nadus sangat bersyukur karena ia tidak perlu membayar biaya ketika istrinya melahirkan di rumah sakit.

“Istri saya sudah tiga kali melahirkan dengan Program JKN. Dulu pertama pada saat PT Askes (Persero), ketika istri saya melahirkan anak pertama. Lalu pada saat melahirkan anak kedua dan ketiga pada saat itu sudah menjadi BPJS Kesehatan dengan Program JKN. Hal ini sangat membantu, mengingat istri saya tiga kali melahirkan melalui proses caesar dan tidak keluar biaya sama sekali karena semuanya ditanggung,” cerita Nadus.

Nadus mengatakan kalau dokter menyarankan caesar karena bayi dikandungan sang istri dalam kondisi melintang. Pengalaman Nadus selama ini dokter dan perawat melayani dengan baik termasuk pada saat di rumah sakit. Nadus tidak merasakan diskriminasi pelayanan kesehatan di sana.

“Waktu itu istri saya disarankan untuk caesar karena kondisi bayi melintang. Proses caesar berjalan dengan lancar tanpa kendala, saya kira akan berminggu-minggu untuk sembuh mengingat jahitan operasi yang diperoleh istri saya. Ternyata hanya beberapa hari saja sudah diperbolehkan pulang dan istri saya cepat sembuhnya. Lukanya cepat sembuh karena diberikan obat untuk diminum. Dokter yang menangani sangat baik begitu juga perawatnya,” tambah Nadus.

 

Nadus juga selalu menginformasikan kepada keluarga dan kerabatnya terkait keberadaan Program JKN dan manfaatnya. Menurutnya menjadi peserta JKN sangat penting, karena sakit tidak tahu kapan datangnya. Hal inilah yang membuat Nadus datang ke Kantor BPJS Kesehatan yaitu untuk mendaftarkan orang tuanya di kampung untuk menjadi peserta JKN.

“Saya mengapresiasi dengan adanya Program JKN karena benar-benar membantu. Kebetulan saya ke sini untuk mendaftarkan orang tua yang tinggal di kampung. Karena sudah tua saya yang kesini berencana untuk daftarkan. Kalau sudah jadi Peserta JKN rasanya lebih tenang, kalau tiba-tiba sakit tidak perlu membayar lagi karena semua ditanggung Program JKN,” tutur Nadus.

Pada saat itulah, Nadus mengetahui apabila orangtuanya sudah menjadi peserta JKN yang ditanggung oleh pemerintah. Nadus pun bersyukur karena pemerintah telah mendaftarkan orangtuanya. Ia pun meminta petugas frontliner mencetakkan kartu, namun ia tidak mendapatkannya karena kini cukup menunjukkan identitas diri sebagai peserta JKN dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK).

“Menurut saya menjadi peserta JKN ini penting sekali karena sangat meringankan masyarakat untuk berobat. Masyarakat tidak dibebani biaya berobat. Apalagi kalau sakit dan harus ke rumah sakit, biayanya pasti besar. Saya berniat mendaftarkan orang tua saya yang sudah tua di kampung, ternyata dapat informasi kalau mereka sudah jadi peserta. Tentu hal ini sangat melegakan saya. Ketika saya meminta dicetakkan kartu ternyata sekarang sudah tidak lagi dicetakkan kartu BPJS atau KIS. Katanya cukup kasih tunjuk KTP atau KK. Yang penting kepesertaan aktif maka peserta sudah bisa pakai,” ucap Nadus mengulang informasi yang didapatnya saat itu. (gt/si)

Komentar Anda?

Related posts