PORTALNTT.COM, KUPANG – Sejumlah pemuda asal Kabupaten Alor mendatangi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT), Jumat (23/10/2026), untuk melaporkan sejumlah akun Facebook yang diduga menyebarkan konten bernuansa rasis terhadap masyarakat Alor.
Laporan tersebut berkaitan dengan beredarnya unggahan di media sosial yang dinilai mendiskriminasi masyarakat Alor secara keseluruhan, terutama setelah peristiwa yang disebut terjadi dalam operasi sopir taksi daring.
Sokan Teibang Tokoh Muda Alor mengatakan, laporan itu bertujuan mendorong aparat kepolisian menindaklanjuti dugaan tindakan rasisme yang dilakukan melalui media sosial.
“ Sore ini kami datang ke Polda NTT untuk melaporkan beberapa akun Facebook yang melakukan tindakan diskriminatif dan rasis terhadap orang Alor secara keseluruhan,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan pemuda Alor dalam kegiatan pengamanan maupun aktivitas lainnya selama ini merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan menjadi berbeda ketika identitas masyarakat Alor dijadikan sasaran pernyataan bernada rasis.
Ia menegaskan, masyarakat Alor tidak dapat menerima tindakan yang menggeneralisasi atau merendahkan suatu kelompok berdasarkan asal daerahnya.
Bagi para pemuda Alor, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut perbedaan pandangan, melainkan juga penghormatan terhadap keberagaman dan kehidupan bersama di NTT.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak memperkeruh situasi melalui unggahan maupun komentar yang berpotensi memicu konflik antarkelompok.
“Kami sangat menjunjung tinggi keberagaman dan kebersamaan. Karena itu, mari kita menjaga NTT dengan baik,” katanya.
Sokan berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab serta tidak menjadikan identitas suku atau asal daerah sebagai alasan untuk merendahkan pihak lain,” tegasnya.
Menurut Sokan, menjaga NTT sebagai rumah bersama membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk merawat persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk diskriminasi.







