Bupati Rote Ndao Pastikan Penanganan Darurat Lokasi Longsor di Desa Siomeda

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Akibat Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao sepekan terakhir, mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa wilayah kecamatan.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, SE yang didampingi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek, Kadis PUPR Dominggus Modok bersama Sekdis PUPR Ferdi Ndun dan Kabid SDA Soni Saban, Kalak BPBD Diksel Haning, Kabag Umum Handryans Bessie, Kades Siomeda Dominikus Manafe bersama perangkat, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat memantau langsung lokasi terdampak bencana tersebut, Sabtu (25/02/2023).

Bupati Paulina meminta Dinas PUPR dan BPBD mengkaji perbaikan kerusakan tanggul Kali Ufalen, Bendung Bahulain, saluran irigasi Bafuan, dan kompleks persawahan Loendolu akibat bencana tersebut.

Dikatakan Bupati Paulina, karena saat ini sementara diproses dana pasca bencana, sehingga penanggulangan darurat segera dilakukan, agar jika terjadi hujan bisa mencegah terjadinya genangan air di sawah milik warga sekitar.

Kadis PUPR Dominggus Modok menjelaskan, tahun 2022 dilakukan pekerjaan pengamanan Kali Ufalen akibat banjir juga. Pekerjaan yang dilakukan kali lalu adalah perbaikan tanggul dan bronjong.

Namun, awal tahun kondisi curah hujan yang cukup tinggi, sehingga tanggul dan bronjong yang lama rusak dan hancur lagi. Sehingga akan dilakukan penanganan darurat dengan membuat tanggul baru untuk menutup jalur air yang masuk ke areal persawahan. Selanjutnya, akan dikerjakan dengan dana pasca bencana.

“Sesuai arahan Ibu Bupati penanganannya darurat dahulu dengan melakukan penimbunan pada jalur air ke sawah warga, kemudian baru ditangani dengan dana pasca bencana,” ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Rote Ndao Diksel Haning menjelaskan, salah satu kerusakan adalah tanggul Kali Ufalen, Bendung Bahulain, saluran irigasi Bafuan, dan kompleks persawahan Loendolu, di Desa Siomeda, Kecamatan Rote Tengah, Rabu (22/02/2023), sekitar pukul 12.30 Wita.

Adapun kerusakan yang terjadi, kata Diksel, jebolnya tanggul penahan darurat di Kali Ufalen sepanjang 150 meter dengan lebar 2 meter, kerusakan saluran irigasi darurat Balafuan yang tertimbun longsor sepanjang 100 meter dengan tinggi material longsoran kurang lebih 10 meter, mercu Bendung Bahulain sepanjang 25 meter akibat terbawa banjir, serta saluran primer sepanjang 10 meter tertimbun longsoran.

Menurut Diksel, kerugian yang timbul akibat bencana banjir dan longsor tersebut, masih dalam perhitungan oleh tim teknis. Namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Dampak dari bencana itu, lanjut Diksel, kompleks persawahan Loendolu seluas 26 hektare yang digarap sekitar 17 KK terancam banjir dan longsoran.

Selain itu, kompleks persawahan Balafuan seluas 20 hektare dengan jumlah penggarap sebanyak 30 KK terancam mengalami gagal tanam, akibat longsoran dan material yang dibawa banjir menutup akses air melalui saluran darurat sepanjang 100 meter.

Juga kompleks persawahan Bahulain sekitar 25 hektare terancam gagal panen karena akses air ke lokasi melalui saluran darurat tertimbun longsor. Juga longsoran di tepi Kali Ufalen sepanjang 500 meter dengan tinggi longsoran 15 meter akan mengancam areal persawahan seluas 10 hektare di sekitar lokasi.

Komentar Anda?

Related posts