Camat Rote Barat Daya Paparkan Potensi Besar Wilayah dan Arah Pembangunan ke Depan

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Pemerintah Kecamatan Rote Barat Daya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 sebagai bagian penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Rote Ndao Tahun 2027.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Rote Barat Daya, Adrianus Bessie, S.Sos menyampaikan laporan singkat mengenai kondisi wilayah sekaligus berbagai potensi strategis yang dimiliki kecamatan tersebut sebagai dasar perencanaan pembangunan ke depan.

Mengawali laporannya, Camat mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk bersyukur karena kegiatan perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.

Secara umum, Kecamatan Rote Barat Daya saat ini terdiri dari 19 desa definitif dan 6 desa persiapan dengan jumlah penduduk sekitar 26.596 jiwa. Karakteristik wilayahnya didominasi oleh sektor pertanian, peternakan, serta perikanan, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Dalam laporannya, Camat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi perhatian bersama. Beberapa aspek penting yang terus didorong peningkatannya antara lain akses jalan antar desa, jembatan, transportasi, listrik, jaringan komunikasi, serta penyediaan air bersih.

Sejumlah desa seperti Oebafok, Lekik, Sanggandolu, Batutua, Dalek Esa dan Landu masih membutuhkan peningkatan kualitas sistem penyediaan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Selain infrastruktur, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi fokus perhatian dalam perencanaan pembangunan kecamatan.

Pada sektor pertanian, komoditas padi, baik padi irigasi maupun padi tadah hujan, menjadi komoditas unggulan yang mendominasi kegiatan usaha masyarakat. Sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, sektor peternakan juga menunjukkan potensi yang cukup besar. Usaha ternak seperti sapi, kerbau, kambing, babi dan unggas umumnya masih dikelola secara sederhana dalam skala rumah tangga. Meski demikian, sektor ini tetap memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas bibit ternak serta penguatan sumber daya manusia.

Di sisi lain, potensi perikanan dan kelautan juga menjadi salah satu kekuatan wilayah Rote Barat Daya yang terus didorong pengembangannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kami berharap seluruh usulan pembangunan yang disampaikan oleh desa-desa dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga pembangunan di Kecamatan Rote Barat Daya dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ucap Adrianus Bessie, S.Sos, Camat Rote Barat Daya

Musrenbang Kecamatan Rote Barat Daya menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan, aspirasi dan kebutuhan masyarakat agar pembangunan daerah benar-benar berangkat dari kebutuhan riil di lapangan.

Dalam agenda Musrenbang tersebut, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH bersama Wakil Bupati, Apremoy Dudelusi Dethan juga didampingi oleh para pimpinan OPD, serta dihadiri pula oleh Kapolsek Rote Barat Daya, Kepala Puskesmas Batutua, Para Kepala Desa dan BPD se kecamatan Rote Barat Daya juga Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan juga kaum disabilitas.

Komentar Anda?

Related posts