Dari Kupang, Abdul Mu’ti Dorong PJJ dan Internet Satelit untuk Selamatkan Anak Putus Sekolah

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam menekan angka putus sekolah melalui perluasan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Hal ini disampaikan saat kunjungan kerjanya di Kota Kupang, Senin (4/5/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah menargetkan lebih dari 200.000 anak putus sekolah dapat kembali mengakses pendidikan melalui skema PJJ yang kini mulai diterapkan di 20 provinsi di Indonesia. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara konvensional, terutama di wilayah terpencil.

“Program PJJ sudah mulai diberlakukan dan menargetkan lebih dari 200.000 siswa dapat terjangkau,” ujarnya.

Untuk mendukung implementasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pemerintah akan memanfaatkan teknologi internet berbasis satelit, termasuk layanan seperti Starlink. Langkah ini dinilai strategis guna mengatasi keterbatasan akses internet di wilayah yang selama ini belum tersentuh jaringan.

Selain konektivitas internet, ketersediaan listrik juga menjadi perhatian utama. Abdul Mu’ti menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan sekolah-sekolah di daerah terpencil mendapatkan pasokan listrik, termasuk melalui pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya.

“Pemasangan listrik memang bukan kewenangan kami, tetapi kami akan terus berkoordinasi agar kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi,” jelasnya.

Program PJJ menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi angka putus sekolah secara nasional. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan, di mana pun mereka berada.

Komentar Anda?

Related posts