
Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si melakukan agenda Reses di Kabupaten Rote Ndao, NTT.
Dalam agenda Reses yang digelar pada Senin (8/1/2024) di wilayah Rote Ndao, Anggota Komisi IV DPR RI tersebut mendapatkan banyak pujian dari masyarakat Rote Ndao, atas kinerjanya di gedung Senayan yang telah memperjuangkan banyak aspirasi masyarakat di Rote Ndao.
Salah satu tempat Reses Politisi PDI Perjuangan yang biasa disapa Ansy Lema itu adalah di Desa Tualima, Kecamatan Rote Barat Laut. Disana Ansy Lema temukan sejumlah aset berupa alat berat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah lama dibiarkan terbengkalai.
Temuan tersebut adalah di lokasi tambak garam yang mana tambak garam tersebut adalah bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2018 lalu.
Aset-aset yang terbengkalai lokasi tambak garam tersebut adalah 2 unit eksavator, 1 unit Loader, 1 unit Vibro Roller, 1 unit gudang alat berat, 2 unit gedung mess diatas lahan hibah dari masyarakat seluar kurang lebih 13 Ha, termasuk lahan tambak garam.
Dalam agenda tersebut, Kepala Desa Tualima, Defrit Talomanafe menyampaikan bahwa bantuan atau program dari Kementerian KKP tersebut sudah ada sejak tahun 2018 lalu, namun tahun 2019 baru dilakukan eksekusi lahan.
“MoU dilakukan tahun 2018, tapi eksekusi lahan mulainya tahun 2019. Dimulai bangun gedung-gedung gudang dan mess. Tapi tahun 2020 pekerjaan tersebut dihentikan sementara, entah mungkin karna pandemi Covid atau hal lain,” ungkap Defrit Talomanafe, Kepala Desa Tualima.
Menanggapi hal tersebut, Ansy Lema selaku Anggota DPR RI pun menyatakan bahwa pihaknya di Komisi IV DPR RI akan meminta Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk segera menindaklanjuti hal tersebut.
Dihadapan masyarakat dan Kepala Desa Tualima yang hadir, Ansy Lema langsung merekam video temuan tersebut dan dikirim langsung ke salah satu Ditjen di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kasian alat-alat berat itu dibiarkan begitu saja. Kalo bisa kegiatannya dilanjutkan kembali, atau alat berat tersebut kalo bisa di hibahkan ke masyarakat untuk dipakai dalam pengembangan lahan pertanian,” ucap Ansy Lema, Anggota Komisi IV DPR RI.
Sementara itu, Denison Moy, ST selaku Ketua Komisi B DPRD Rote Ndao yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Rote Ndao yang turut hadir dalam agenda tersebut juga berharap agar pihak kementerian kelautan bisa segera mungkin melanjutkan kembali program tersebut.
“Ini sudah disampaikan berulang kali oleh masyarakat kepada kami di DPRD Rote Ndao, karna lahan yang ada juga sudah dihibahkan oleh masyarakat. Salah satu kesepakatan hibah tanah dari masyarakat adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga menjawab kebutuhan garam di Rote Ndao,” jelas Denison Moy, ST, Ketua Komisi B DPRD Rote Ndao.
Pantauan media ini di lokasi tersebut, tampak jelas bahwa alat-alat berat yang dibiarkan terbengkalai itu sudah mulai rusak.
Dalam agenda tersebut, Ansy Lema juga di dampingi oleh Denison Moy, ST selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Rote Ndao bersama Megarissa Mbuik selaku Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan NTT.







