Home / Daerah / Dimediasi Pemda Dan DPRD Rote Ndao, Akhirnya Kades Lakamola Izinkan Petani Bawang Ambil Air Kali Untuk Bertani

Dimediasi Pemda Dan DPRD Rote Ndao, Akhirnya Kades Lakamola Izinkan Petani Bawang Ambil Air Kali Untuk Bertani

874 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Polemik terkait adanya larangan dari Kades Lakamola terhadap Warganya agar tidak mengambil sumber air dari Kali untuk tanaman perkebunan. Akhirnya pihak Pemerintah Daerah pun melakukan mediasi guna mencari solusi terbaik atas masalah tersebut.

Bertempat di Kantor Desa Lakamola, pada, Sabtu (11/9/2021) siang, proses mediasi dimulai dengan di fasilitasi oleh Camat Rote Timur Refly E.S Therik, SP, juga turut disaksikan langsung oleh Anggota DPRD, Fecky M Boelan, SE, selaku ketua Komisi A, bersama Adrianus Pandie (Komisi A), Charlie Lian (Komisi B) juga Petrus Pelle, S.Pd selaku Ketua Komisi C. Juga hadir pula Kapolsek Rote Timur, Ipda Daniel Bessie, SH.

Proses mediasi Permasalahan penggunaan sumber air tersebut awalnya berjalan cukup alot, karna Petani Bawang, Papy Lenggu merasa tidak adil jika dirinya dilarang memakai air dari Kali untuk siram tanaman di kebunnya.

Sedangkan pihak kelompok petani Padi (Pekerja Sawah) yang Ketua Lokasinya adalah Kepala Desa Lakamola sendiri, mereka juga awalnya tetap berkeras agar petani bawang tidak pakai air kali, karna bisa membuat sawah mereka gagal panen.

Di tengah proses mediasi tersebut, Refly Therik selaku Camat Rote Timur juga menjelaskan bahwa sejak dahulu, oleh para tokoh adat sebelumnya telah membuat kesepakatan lisan bahwa air kali hanya digunakan untuk kepentingan kompleks persawahan Diuama Matan. Namun karna tekanan ekonomi, petani bawang pun juga butuh sumber air untuk tanaman.

Hingga akhirnya, Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Yames. M. K. Therik, SH pun akhirnya mengambil solusi adil agar tidak pihak yang dirugikan. Dengan membuat kesepakatan agar untuk sementara Petani Bawang boleh tetap pakai air dari kali agar usaha pertanian tidak terhambat.

“Supaya adil, tidak ada pihak yang dirugikan. Maka biar petani bawang tetap pakai air dulu, sambil menunggu dari Desa anggarkan bantuan pipa lagi untuk petani bawang. Petani bawang pun pakai air hanya 2 hari sekali,” ungkap Yames Therik, SH Kadis PMD Rote Ndao.

Hingga akhirnya semua pihak pun sepakat dengan solusi yang ditawarkan oleh Kadis PMD Rote Ndao yang membuat kekisruhan penggunaan sumber air di Desa Lakamola terselesaikan.

Untuk diketahui bahwa sebelumnya telah diberitakan oleh media ini terkait adanya tindakan yang kurang menyenangkan dari Kepala Desa Lakamola, Sefnat Daniel Bolla yang sempat melarang masyarakat petani bawang agar berhenti mengambil air kali untuk menyiram tanaman di kebunnya. Lantaran hal tersebut diduga bisa membuat kelompok Petani Sawah gagal panen.

Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]