PORTALNTT.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan perannya di tingkat nasional dan internasional. Kali ini, Undana dipercaya oleh UNICEF untuk menjadi mitra strategis dalam mendorong pembentukan Regional Centre of Excellence (RCoE) Pemenuhan Pangan dan Gizi di kawasan timur Indonesia.
Kepercayaan tersebut mengemuka dalam diskusi teknis yang digelar di ruang rapat rektor Undana, melibatkan tim UNICEF, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Kementerian PPN/Bappenas. Pertemuan ini menjadi tonggak awal dalam merumuskan pusat unggulan yang diharapkan menjadi rujukan kebijakan, riset, dan implementasi program pangan dan gizi berbasis bukti.
Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, menilai kepercayaan dari UNICEF merupakan momentum penting bagi Undana untuk memperluas kontribusinya dalam menjawab persoalan gizi, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
“Ini adalah peluang strategis bagi Undana untuk mengambil peran lebih besar dalam isu pangan dan gizi. Kami siap menjadi motor penggerak pusat unggulan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya dalam diskusi, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, Undana memiliki potensi sumber daya dan jejaring kolaborasi yang mumpuni untuk mendukung pengembangan RCoE secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pusat ini menjadi ruang lahirnya inovasi yang aplikatif dan mampu menjawab tantangan nyata di lapangan,” tambahnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menyebut RCoE akan menjadi simpul integrasi antara riset dan pengabdian masyarakat.
“Pusat unggulan ini dirancang untuk menghubungkan penelitian dengan implementasi. Dengan dukungan UNICEF dan mitra lainnya, kami optimistis Undana dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program pangan dan gizi di kawasan timur,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data dan riset menjadi kunci agar setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami ingin hasil penelitian benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan dan aksi nyata di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, M.P. menekankan pentingnya potensi lokal dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi.
“Nusa Tenggara Timur memiliki kekayaan pangan lokal yang luar biasa. Jika dikelola secara ilmiah dan didukung kebijakan yang tepat, maka ini bisa menjadi solusi strategis dalam pemenuhan gizi masyarakat,” katanya.
Prof Roy juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pangan yang kuat.
“Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional seperti UNICEF menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang komprehensif,” tambahnya.
Perwakilan UNICEF, menyampaikan bahwa Undana dipilih karena dinilai memiliki kapasitas akademik dan kedekatan dengan konteks lokal di kawasan timur Indonesia.
“Undana memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat unggulan yang mampu mengintegrasikan riset, kebijakan, dan praktik di lapangan. Ini penting untuk memastikan intervensi gizi benar-benar efektif,” ujarnya.
Ia menegaskan, fokus utama dari inisiatif ini adalah kelompok rentan, khususnya anak-anak dan ibu.
“Investasi pada gizi anak adalah investasi masa depan. Melalui RCoE ini, kami berharap dapat mempercepat upaya penurunan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.
Melalui kolaborasi ini, Undana tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan dalam pemenuhan pangan dan gizi di Indonesia, khususnya di kawasan timur yang masih menghadapi berbagai tantangan mendasar.







