Home / Daerah / Diterpa Isu Negatif, Ketua DPC PDIP Rote Ndao Angkat Bicara

Diterpa Isu Negatif, Ketua DPC PDIP Rote Ndao Angkat Bicara

1573 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Menanggapi adanya isu miring di berbagai media yang menduga bahwa LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) yang fiktif terkait Dana Bantuan Pembinaan Partai oleh pemerintah, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Kab. Rote Ndao menggelar jumpa pers secara resmi pada,: Senin (30/11/2020) di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao, Lekioen, Kel. Mokdale, Kec. Lobalain.

Dalam Jumpa Pers yang dihadiri oleh para pengurus DPC PDIP Rote Ndao serta para awak media, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao Denison Moy, ST menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dari BPK RI dan Pemerintah Daerah setempat terkait hasil audit Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Dana Pembinaan untuk Partai berlambang moncong putih tersebut.

“Terkait LPJ Dana Pembinaan untuk DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2019 yang telah disampaikan kepada BPK RI dan Pemerintah Daerah setempat hingga saat ini tidak ada masalah, kami belum dapat catatan hasil audit dari BPK RI,” ungkap Deny Moy.

Deny Moy juga menjelaskan bahwa informasi soal adanya LPJ Fiktif itu semua tidak benar sebab Menurutnya, setiap tahun BPK RI melakukan audit terhadap setiap LPJ penggunaan Dana pembinaan yang disampaikan semua partai kepada BPK RI dan khusus untuk LPJ PDI-P Rote Ndao tahun anggaran 2019 belum menerima catatan hasil audit dari BPK RI.

“Kalo ada yang bilang LPJ itu fiktif, datanya dari mana? Sedangkan hasil auditnya saja belum diberikan oleh BPK RI pada kami DPC PDI- Perjuangan Rote Ndao. Lalu dibilang fiktif dasar apa ?” ungkap Deni Moy.

Menanggapi informasi yang beredar bahwa pihaknya belum melunasi biaya sewa Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao tahun Anggaran 2019, Deni Moy menjelaskan yang membicarakan biaya sewa kontrak rumah milik Erna Tomasui sebagai Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao pada waktu itu masih di pimpinan Zinsendorf Yosus Adu sebagai ketua Ketua dan Dikson Suwongto sebagai Bendahara.

“Pembicaraan sewa Sekretariat DPC PDIP tahun kemarin itu wewenangnya Bapak Zinsendorf Yosus Adu sebagai ketua dan transaksi pembayaran kepada pemilik rumah dibayarkan langsung oleh Dikson Suwongto sebagai Bendahara, kalau memang ibu Erna Tomasui mengakui belum dibayar silahkan menempuh jalur hukum, karena saya dilaporkan secara resmi sudah di bayar oleh Bendahara,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Rote Ndao itu.

Terkait Biaya sewa Mobil Rental, Deni Moy menjelaskan saat kegiatan pengukuhan pengurus PAC DPC PDI Perjuangan waktu itu ada beberapa mobil yang disewakan bukan hanya dua mobil saja.

“Ada juga mobilnya jarot tapi perlu di ketahui Sewa mobil di rony dan jarot rental, tapi mereka grup karena itu pertanggujawabannya ditandatangan oleh Rony. Tadi saya sudah hubungi Sopir Rony via telepon genggam dan Ia menjelaskan kalau pernah dikonfirmasi oleh Anggota DPRD Djanu Manafe (Yan Manefe) dan Dikson Suwongto terkait pembayaran biaya sewa Mobil Rental, kemudian Rony menyampaikan kepada Djanu Manafe dan Dikson Suwongto bahwa waktu itu ada dua mobil miliknya yang disewa, sementara mobil lainnya ia mengaku tidak tahu,” jelas Deny Moy.

Denny Moy juga mengungkapkan bahwa  dirinya diangkat menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao pada bulan Oktober tahun 2019 dan selama ini dirinya selalu melihat semua pengurus DPC PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao dalam setiap kegiatan dan pengelolaan Dana Bantuan Pembinaan partai politik Tahun 2019 dan selama ini Bendarahara bertanggungjawab atas penggunaan Dana Pembinaan untuk DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2019 sebesar Rp 67. 858.673.

Sedangkan di Tahun 2020 ini Dana Bantuan Pembinaan Partai untuk PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao belum bisa di cairkan sebab masih ada kekosongan bendahara.

“DPC PDI Perjuangan Rote Ndao belum mencairkan dana Bantuan Pembinaan Parpol tahun anggaran 2020, karena pada tanggal 20 Januari 2020 Dikson Suwongto mengundurkan dari jabatan Bendara dan tentunya kita minta petunjuk teknis dari DPD PDIP Provinsi NTT untuk perubahan Specimen,” ujar Deni Moy.

“Juga terkait pernyataan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao (Djanu Manafe) yang bilang dia sama sekali tidak dilibatkan, saya pikir selama ini sudah jelas. Setiap kali kami undang dia di agenda rapat partai, dia tidak pernah datang. Karena dia tidak pernah hadiri rapat partai maka secara organisasi juga Wakil Sekretaris bisa mewakili,” lanjut Deny Moy mengungkapkan.

Untuk diketahui dalam Jumpa pers tersebut ketua ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao Denison Moy, ST didampingi Wakil Bidang pemenangan Pemilu Zinsendorf Yosus Adu, Wakil Bidang Kehormatan dan Organisasi, Samuel Nassa, dan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao Soleman Selly.

Penulis: Daniel Timu

Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]