DPD IMM NTT Dorong Pembentukan Komisariat di Undana, Rektor Tegaskan Dukungan Kegiatan Positif Mahasiswa

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Nusa Tenggara Timur mendorong pembentukan komisariat baru di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Gagasan itu disampaikan dalam kunjungan resmi pengurus DPD IMM NTT ke Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, Rabu (4/2/2026).

Ketua Umum DPD IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirim, mengatakan kehadiran IMM di Undana penting untuk memperkuat pembinaan mahasiswa, mengingat sejumlah kader IMM saat ini tengah menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Kami berharap ke depan dapat dibentuk satu komisariat IMM di Undana Kupang sebagai wadah pengembangan intelektual dan kepemimpinan mahasiswa,” ujar Cakti saat diterima di ruang kerja Rektor Undana.

Selain itu, DPD IMM NTT juga membuka peluang kerja sama dengan Undana melalui berbagai kegiatan dialog dan diskusi publik yang berorientasi pada pembangunan daerah. Menurut Cakti, IMM siap berkontribusi dalam mendukung program-program strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami ingin menjadi bagian dari gerakan mahasiswa yang mendorong pembangunan NTT melalui dialog-dialog konstruktif,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Cakti turut mengapresiasi kebijakan Rektor Undana terkait penambahan waktu istirahat pada hari Jumat bagi sivitas akademika muslim untuk menunaikan ibadah Salat Jumat.

“Kami mengapresiasi kebijakan ini karena waktu istirahat diperpanjang dari satu jam menjadi dua jam. Ini menunjukkan adanya ruang toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar dia.

Menanggapi hal itu, Rektor Undana Prof. Jefri menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh kegiatan kemahasiswaan yang bersifat positif dan inklusif. Ia meminta agar rencana pembentukan komisariat IMM dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undana.

“Silakan berkoordinasi dengan BEM Undana. Apa yang menjadi kesepakatan bersama nantinya akan disampaikan kepada saya,” kata Prof. Jefri.

Terkait kebijakan penambahan waktu istirahat hari Jumat, Prof. Jefri menjelaskan bahwa kampus harus menjadi ruang bersama yang menghargai keberagaman keyakinan.

“Kebijakan ini dibuat agar mahasiswa muslim dapat beribadah dengan tenang, sementara mahasiswa nonmuslim dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk berdiskusi atau kegiatan kerohanian lainnya,” ujarnya.

Sebagai institusi pendidikan tinggi negeri, Undana, lanjut Prof. Jefri, terbuka terhadap berbagai masukan dan pandangan yang bersifat konstruktif.

“Kita memiliki niat yang sama, yaitu membangun Nusa Tenggara Timur melalui pendidikan dan penguatan sumber daya manusia,” pungkasnya.

Komentar Anda?

Related posts