Fernando Soares: Saatnya Tokoh-Tokoh NTT Seperti Frans Seda, Ben Mboi, dan Herman Fernandez Diakui Sebagai Pahlawan Nasional

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares.

PORTALNTT.COM, KUPANG – Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares, menyerukan agar Pemerintah Pusat memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh asal NTT yang dinilai memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara. Tokoh-tokoh tersebut antara lain Frans Seda, Benedictus Mboi (Ben Mboi), dan Herman Yosef Fernandez.

Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares.

Fernando menilai, ketiga tokoh tersebut telah memberikan kontribusi luar biasa dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga pengabdian sosial. Karena itu, sudah sepantasnya negara memberikan penghargaan tertinggi kepada mereka atas jasa dan pengorbanannya.

“Sudah saatnya tokoh-tokoh besar dari NTT seperti Bapak Frans Seda, Ben Mboi, dan Herman Fernandez diakui sebagai Pahlawan Nasional. Mereka berjuang dan berkarya untuk kemajuan bangsa, bukan hanya untuk NTT, tetapi untuk seluruh Indonesia,” ujar Fernando Soares pada PortalNTT, Minggu (9/11/2025).

Fernando menegaskan, perjuangan para tokoh asal NTT tidak kalah besar dari para pahlawan lainnya di tingkat nasional. Mereka telah menorehkan jejak sejarah penting dalam pembangunan bangsa dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah.

“Bapak Frans Seda adalah sosok negarawan dan ekonom ulung yang ikut membangun fondasi ekonomi nasional. Bapak Ben Mboi dikenal sebagai pemimpin visioner yang disiplin dan berdedikasi tinggi dalam membangun NTT, sementara Bapak Herman Fernandez adalah tokoh sosial dan pendidikan yang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas SDM,” paparnya.

Fernando juga menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Pemerintah Pusat untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia menyebut keputusan itu mencerminkan kedewasaan bangsa dalam menghargai jasa para pemimpin tanpa memandang perbedaan politik.

“Kita belajar banyak dari Pak Harto dan Gus Dur. Pak Harto mewariskan pembangunan yang luar biasa, sementara Gus Dur mengajarkan nilai kemanusiaan dan toleransi. Nilai-nilai itu juga tercermin dalam perjuangan tokoh-tokoh kita dari NTT,” kata Fernando.

Fernando berharap, pengakuan terhadap tokoh-tokoh asal NTT sebagai Pahlawan Nasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong generasi muda daerah agar terus berkontribusi bagi Indonesia.

“Kita perlu mengangkat dan mengenang jasa putra-putra terbaik dari Timur. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk penghormatan atas dedikasi dan cinta tanah air mereka,” pungkasnya.

Komentar Anda?

Related posts