PORTALNTT.COM, KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Citra Bangsa (FKIP UCB) menggelar perayaan yang meriah dan penuh warna di arena Car Free Day (CFD) Eltari, Kota Kupang, Jumat (30/4/2026). Bertepatan dengan Dies Natalis VII Universitas Citra Bangsa sekaligus Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, FKIP UCB menampilkan sebuah perhelatan budaya bertajuk FKIP Fashion Street dengan tema besar Multikultural.
Lebih dari 100 Mahasiswa Tampil Memukau dalam Balutan Tenun Ikat NTT
Lebih dari 100 mahasiswa dari dua program studi unggulan FKIP UCB, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), turun ke jalanan CFD Eltari dengan mengenakan kain tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Penampilan para peserta begitu beragam; sebagian hadir dengan busana tenun ikat yang dimodifikasi secara kreatif mengikuti tren masa kini, sementara sebagian lainnya memilih tampil dalam gaya tradisional yang alami dan autentik, memancarkan kekayaan warisan leluhur yang tak ternilai.
Selain peragaan busana, para mahasiswa juga menyuguhkan tarian-tarian massal yang energik dan penuh semangat, memadukan gerak dan ekspresi budaya dari berbagai penjuru NTT dalam satu panggung yang hidup.
Memperkenalkan Keanekaragaman Budaya NTT kepada Warga Kota
FKIP Fashion Street dirancang bukan sekadar ajang peragaan busana biasa. Kegiatan ini hadir sebagai ruang ekspresi budaya yang memperkenalkan kekayaan motif tenun ikat beserta aksesori daerah yang berasal dari kampung halaman masing-masing mahasiswa. Setiap helai kain yang dikenakan menjadi cerita, tentang identitas, asal-usul, dan kebanggaan terhadap budaya daerah.
Di saat yang sama, kehadiran FKIP Fashion Street di ruang publik CFD Eltari juga berfungsi sebagai sarana promosi Universitas Citra Bangsa kepada warga Kota Kupang, memperkenalkan kiprah dan semangat civitas akademika UCB langsung di tengah masyarakat.
Warga Kota Antusias, Ikut Menari hingga Swafoto Bersama
Gelaran dua jam tersebut sukses menyedot perhatian warga Kota Kupang yang tengah menikmati suasana CFD Eltari pagi itu. Warga berhenti, berkumpul, dan menyaksikan dengan antusias setiap penampilan yang disuguhkan. Tak sedikit yang terbawa suasana dan akhirnya ikut menari bersama para mahasiswa di tengah jalan.
Sebagian warga pun spontan mengangkat ponsel mereka untuk merekam momen berharga tersebut, sementara yang lain memilih untuk meminta berfoto bersama para peserta FKIP Fashion Street menjadikan perayaan ini bukan hanya milik civitas akademika UCB, tetapi juga milik seluruh warga Kota Kupang.
Pesan Wakil Dekan: Guru Harus Mengenal Bakat Dirinya Sendiri
Membuka kegiatan tersebut, Wakil Dekan II FKIP UCB, Dr. Lanny Isabela D. Koroh, M.Hum., menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh mahasiswa yang turut ambil bagian dalam perayaan ini.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pesan penting bagi para calon pendidik.
“Seorang guru modern tidak hanya dituntut mampu mempersiapkan kelas yang menarik dan menyenangkan. Lebih dari itu, guru harus mampu menggali bakat dan minat anak didiknya untuk dikembangkan. Dan untuk bisa mengenali bakat dan minat anak didik, seorang guru pun harus lebih dulu memahami bakat dan minatnya sendiri,” ujar Dr. Lanny di hadapan para peserta dan warga yang hadir.
Beliau juga mengajak seluruh calon guru untuk menjadikan keberagaman latar belakang budaya NTT sebagai kekuatan, bukan sekadar perbedaan.
“Dengan latar belakang NTT yang multikultural ini, setiap calon guru diajak untuk saling memberikan apresiasi kepada keragaman yang ada,” tambahnya.
Dihadiri Pimpinan dan Dosen FKIP UCB
Kegiatan FKIP Fashion Street turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan sivitas akademika UCB, di antaranya Wakil Rektor III UCB, Jon Einstein, Ketua Program Studi PGSD, Yulsi Nitte, Ketua Program Studi PBI, Viki Feka, serta sejumlah dosen dalam lingkungan FKIP UCB.
Kehadiran para pimpinan di tengah keramaian CFD Eltari semakin mempertegas komitmen FKIP UCB dalam mendukung pengembangan karakter, kreativitas, dan kecintaan budaya para mahasiswanya nilai-nilai yang kelak akan mereka bawa ke dalam ruang-ruang kelas sebagai pendidik generasi bangsa.
Jalan Santai Bersama: Penutup yang Hangat dan Penuh Kebersamaan
Sebagai penutup yang manis, seluruh mahasiswa bersama para dosen FKIP UCB melakukan jalan santai mengelilingi arena CFD Eltari. Arak-arakan ratusan insan pendidikan berbalut tenun ikat NTT itu menjadi pemandangan yang memukau sekaligus mengharukan sebuah simbol kebersamaan, kebanggaan budaya, dan semangat pendidikan yang berjalan beriringan di bawah langit Kota Kupang.
Momen jalan santai ini sekaligus menjadi pernyataan nyata bahwa FKIP UCB hadir bukan hanya di dalam kampus, tetapi juga di tengah denyut kehidupan masyarakat membawa misi pendidikan yang membumi, inklusif, dan cinta budaya.
Dengan semangat Hardiknas 2026 dan Dies Natalis VII UCB, FKIP Fashion Street telah membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu di dalam kelas, ia juga tentang mengenal diri, menghargai sesama, dan merayakan keberagaman yang menjadi kekuatan sejati bangsa Indonesia







