Gawat ! Puskesmas Ndao Krisis Nakes, Layanan UGD dan Rawat Inap Macet Total, Dering Feoh Semprot Dinkes Rote

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO — Penutupan layanan UGD dan rawat inap di UPTD Puskesmas Ndao mulai 1 Mei 2026 memantik gelombang kritik keras. Keputusan yang berdalih kekurangan tenaga kesehatan itu dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan buruknya tata kelola sumber daya manusia di sektor kesehatan daerah.

Di tengah kecemasan warga yang kini kehilangan akses layanan darurat, Anggota DPRD Rote Ndao dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Dering Feoh, M.Pd angkat suara dengan nada tajam.

“Saya sangat menyayangkan dan kecewa jika ada puskesmas yang tutup atau menolak pasien karena alasan kurang tenaga. Puskesmas tidak boleh menolak pasien. Ini benteng pertama pelayanan masyarakat,” Tegas Dering Feoh.

Kepada media ini, Dering Feoh mengatakan bahwa alasan kekurangan tenaga kesehatan tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menghentikan layanan vital. Ia menilai, persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui langkah cepat dan konkret dari internal manajemen maupun intervensi Dinas Kesehatan.

“Masalah kekurangan nakes seharusnya diselesaikan dengan manajemen internal atau bantuan Dinkes, bukan dengan menutup pelayanan,” ungkap Dering Feoh, Anggota DPRD Rote Ndao, Fraksi PDI Perjuangan.

Kasus ini bermula dari keluhan warga Ndao Nuse yang merasa ditinggalkan di tengah kebutuhan layanan kesehatan mendesak. Respons cepat pun dilakukan.

“Ketika saya mengetahui pengeluhan ini dari salah satu warga Ndao Nuse, saya langsung hubungi ibu Plt Kadis Dinas Kesehatan agar harus melakukan evaluasi total sebaran nakes,” ucap Dering Feoh pada media ini (1/5/2026).

Namun, di balik respons itu tersimpan kritik yang lebih dalam: tidak boleh ada satu pun puskesmas yang kosong tenaga kesehatan, apalagi sampai berhenti beroperasi.

Dering Feoh pun tidak ragu menyebut situasi ini sebagai bukti kegagalan sistemik dalam pengelolaan tenaga kesehatan.

“Ini menunjukan manajemen sumber daya manusia yang buruk di Dinkes,” tegas Dering Feoh.

Dering Feoh pun mendesak Dinas Kesehatan Rote Ndao segera mengambil langkah darurat yang konkret, yakni ; mendistribusi tenaga kesehatan dari puskesmas yang kelebihan ke yang kekurangan, Optimalisasi tenaga kontrak, PTT dan PPPK, melakukan Pemulangan tenaga kesehatan asal Ndao untuk mengabdi di daerahnya serta memberikan insentif khusus bagi Nakes yang bersedia bertugas di wilayah Ndao Nuse dan pulau terluar lainnya di Rote Ndao.

“Kalau bisa lihat anak-anak nakes yang asalnya dari Ndao agar kembalikan ke Ndao dan beri tunjangan lebih kepada mereka yang siap mengabdi di pulau Ndao,” ujar Dering Feoh, menyarankan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Ndao, Plt Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao hingga para pejabat daerah Rote Ndao belum dapat di konfirmasi media ini untuk dimintai penjelasannya.

Komentar Anda?

Related posts