PORTALNTT.COM, KUPANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Nusa Tenggara Timur (NTT) memasang target politik ambisius pada Pemilu 2029 dengan membidik 22 kursi pimpinan DPRD kabupaten/kota se-NTT. Target ini menjadi bagian dari strategi besar konsolidasi partai menuju penguatan kekuasaan legislatif di daerah.
Target tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT, Fernando Jose Osorio Soares, dalam kegiatan Pendidikan Politik Kader Partai Gerindra yang diikuti pengurus DPC, PAC, hingga Anak Ranting Gerindra Kota Kupang, dengan tema “Meneguhkan Ideologi Partai, Membangun Kader Tangguh, Berintegritas, dan Setia pada Perjuangan Partai”, yang digelar oleh DPC Partai Gerindra Kota Kupang di Hotel Harper, Senin (15/12/2025).
“Pemilu 2029 adalah momentum konsolidasi total. Gerindra menargetkan 22 pimpinan DPRD se-NTT. Target ini hanya bisa dicapai dengan kerja politik yang solid, kerja keras, melayani masyarakat, mendapatkan simpati sehingga partai Gerindra dicintai oleh rakyat,” tegas Fernando wakil Ketua DPRD NTT disambut tepuk tangan seluruh kader partai.
Ia menekankan bahwa kekompakan struktur partai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting harus menjadi kekuatan utama Gerindra. Menurutnya, partai harus mampu menghadirkan kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar retorika politik.
Dalam arahannya, Fernando juga mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Gerindra. Ia menilai sudah saatnya partai memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk tampil sebagai pemimpin politik masa depan, dengan tetap mengedepankan peran kader senior sebagai mentor dan pengarah.
“Partai harus dipimpin anak-anak muda, tetapi senior tidak boleh melepaskan adik-adiknya berjalan sendiri. Regenerasi harus disertai pendampingan dan keteladanan,” ujarnya.
Fernando juga mengingatkan seluruh kader bahwa merebut kekuasaan politik lebih mudah dibandingkan mempertahankannya. Karena itu, konsistensi sikap, loyalitas, dan integritas kader menjadi syarat utama menjaga kepercayaan publik.
Ia menegaskan Kota Kupang sebagai basis strategis Partai Gerindra di NTT yang harus terus diperkuat melalui kerja politik yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Menutup arahannya, Fernando mengingatkan kader untuk menghindari sikap saling menjatuhkan.
“Jangan sampai ada mental SMS, senang melihat orang susah dan Susah Melihat orang Senang. Gerindra harus menjadi rumah besar yang saling menguatkan demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD TIDAR NTT, Serena Cosgrova Francis, menegaskan bahwa peran orang muda dalam politik semakin strategis di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda bukan hanya kebutuhan elektoral, tetapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan partai.
“Anak muda harus hadir di ruang-ruang politik untuk membawa gagasan segar, keberanian, dan integritas. Masa depan politik daerah ditentukan oleh sejauh mana generasi muda berani mengambil peran hari ini,” kata Serena, Wakil Wali Kota Kupang.
Kegiatan pendidikan politik ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi internal Gerindra NTT sekaligus persiapan menghadapi kontestasi politik nasional dan daerah menuju Pemilu 2029.







