Gerindra Perjuangkan Perbaikan Jembatan Leda Goba

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Kondisi Jembatan Leda Goba di wilayah timur Kabupaten Sikka kembali menjadi perhatian. Jembatan yang menghubungkan warga di tiga kecamatan Lela, Mego dan Nita itu dinilai membutuhkan perbaikan menyeluruh menyusul kondisinya yang mulai rapuh.

Setiap hari, jembatan tersebut dilintasi anak-anak sekolah, petani yang mengangkut hasil kebun, hingga warga yang hendak mengakses layanan kesehatan. Namun, papan kayu yang mulai lapuk serta fondasi yang terkikis arus sungai memunculkan kekhawatiran, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.

Wilfridus Beatus Djogo, yang saat pembangunan jembatan menjabat sebagai anggota DPRD dari Partai Gerindra, mengisahkan bahwa sebelum jembatan dibangun pada 2016 melalui pokok pikiran (pokir), akses warga sangat terbatas. Ketika sungai meluap, anak-anak dari Desa Korowuwu, Dobo, dan Tilang harus memutar sejauh tiga hingga empat kilometer.

“Kalau hujan besar, anak-anak tidak bisa menyeberang. Ada yang harus putar jauh, bahkan ada yang akhirnya batal sekolah,” ujar Beatus saat dihubungi PortalNTT, Minggu (15/2/2026).

Menurut dia, kehadiran jembatan sempat membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Akses pendidikan menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan mobilitas warga meningkat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banjir dan pohon tumbang merusak bagian bawah konstruksi jembatan.

“Perbaikan darurat memang pernah dilakukan, tetapi itu belum menjawab kebutuhan jangka panjang. Kondisinya tetap membutuhkan perhatian serius,” kata Beatus.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sikka sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sikka, Fransiskus Stefanus Say, menegaskan pentingnya rehabilitasi total agar jembatan dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Diperlukan penggantian papan, penguatan seling baja, serta pembangunan tanggul untuk melindungi fondasi dari gerusan air,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Jose Osorio Soares. Politikus yang akrab disapa Nando Soares itu menyatakan komitmennya untuk mengawal perbaikan jembatan melalui dukungan anggaran di tingkat provinsi.

“Ini bukan sekadar jembatan, melainkan akses masa depan anak-anak kita. Saya tidak ingin mereka bertaruh nyawa hanya untuk pergi ke sekolah,” kata Nando.

Ia menambahkan, pihaknya akan menempuh berbagai langkah agar perbaikan dapat segera direalisasikan.

“Saya sudah meminta Pak Stef Say berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk menghitung kebutuhan anggaran. Kita akan perjuangkan bersama,” ujarnya.

Menurut Nando Soares, pemerintah pusat saat ini juga menyiapkan anggaran untuk perbaikan jembatan di berbagai daerah, termasuk di NTT. Momentum tersebut, kata dia, perlu dimanfaatkan agar Jembatan Leda Goba masuk dalam prioritas penanganan.

Komitmen tersebut menjadi penguat harapan warga yang selama ini menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jembatan tersebut. Bagi masyarakat, perbaikan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas.

Warga berharap, upaya yang kini dikawal hingga tingkat provinsi itu dapat segera terealisasi, sehingga Jembatan Leda Goba kembali kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Komentar Anda?

Related posts